Selasa, 22 Agustus 2017 | 06:38 WIB
Komnas HAM Akui Ada Indikasi Kuat Kriminalisasi Ulama
Sabtu, 20 Mei 2017 | 02:44 WIB
Siane Indriani - [deni hardimansyah/skalanews]

Skalanews - Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Siane Indriani mengakui ada indikasi kuat kriminalisasi terhadap ulama dan tokoh yang dilakukan pemerintah.

"Dari hasil sementara bahwa memang ada indikasi kuat, ada kriminalisasi terhadap para ulama dan tokoh," katanya saat ditemui wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (19/5).

Komisioner Subkomisi Pemantauan dan Penyelidikan itu juga menyebutkan, bahwa indikasi ini ada kaitannya dengan perkara penistaan agama oleh Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

"Mengenai semua kasus ini ada benang merah yang bisa menunjukkan ada keterkaitan antara kasus Ahok dengan yang menimpa 21 teman-teman yang mengadu ke Komnas HAM," katanya.

Namun, Siane menegaskan bukan berarti para alumni Aksi 212 ini harus membalas dendam. Melainkan bertindak secara hikmah dan bijaksana agar marwah kepolisian sebagai penegak hukum bangkit kembali.

Hal inilah yang dikritisi oleh pihaknya. "Yakni  bagaimana kita harus menjaga marwah kepolisian sebagai satu-satunya garda yang terdepan untuk menegakkan keadilan dan penegakan hukum bagi semua," katanya.

Pernyataan Komnas HAM ini sendiri dilontarkan setelah menemui massa aksi alumni Aksi 212 yang melakukan long march usai Salat Jumat dari Masjid Sunda Kelapa ke kantor Komnas HAM di Jalan Latuharhari, Jakarta.

Untuk itu, ia mengapresiasi langkah ulama dan alumni Aksi 212 yang mendatangi Komnas HAM untuk melakukan investigasi masalah tersebut. "Kami mengapresiasi, yang disebut radikal, antipancasila tapi masih percaya kepada Komnas HAM. Justru ini merupakan kewajiban kami untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya," lanjutnya. (Bisma Rizal/bus)