Senin, 18 Desember 2017 | 08:07 WIB
Menaker Gandeng Perusahaan IT Bantu Pelatihan Kerja di BLK
Kamis, 18 Mei 2017 | 20:02 WIB
Menaker Hanif Dhakiri saat menerima manajemen International Business Machines (IBM) - [dok.Kemnaker]

Skalanews - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mengajak perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang Informasi dan Teknologi (IT) untuk terlibat dalam pelatihan peningkatan kompetensi kerja di Balai Latihan Kerja (BLK), khususnya kejuruan IT.

"Kita akan libatkan beberapa perusahaan IT dalam  pelatihan di BLK kejuruan IT. Kita ingin persoalan IT diperkuat agar outputpelatihan kerja sesuai dengan  kebutuhan dunia industri," ujar Menaker Hanif saat menerima manajemen  International Business Machines (IBM) di kantor Kemnaker RI di Jakarta Kamis (18/5).

Menurut Menaker, upaya pelibatan perusahaan IT untuk pelatihan di BLK tersebut sejalan dengan pergerakan dunia industri dan kebutuhan tenaga kerja saat ini.

"Kalau industri berubah, pasar kerja berubah. Oleh karena itu kita harus siapkan terus kualitas SDM yang sesuai dengan perkembangan teknologi," kata Hanif.

Menaker mengungkapkan, pihaknya sengaja menjalin kerjasama dan melibatkan dunia industri dalam pelatihan di BLK untuk menyesuaikan pelatihan di BLK dengan kebutuhan Industri. Ia mencontohkan, Kemnaker telah menggandeng PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia untuk co-manage BLK Kupang.

"Kita ingin menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan IT di Indonesia untuk membantu upgrading peserta pelatihan kerja di BLK agar sesuai kebutuhan dunia industri," katanya.

Kerjasama ini diharapkan menjadi solusi dari permasalahan banyaknya alumni pendidikan formal belum cukup mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja yang sesuai dengan kriteria dunia industri. Sehingga mengakibatkan sebagian lulusannya tidak mampu terserap dunia kerja.

Oleh karena itu, dalam waktu dekat mendorong agar perusahaan  IBM dapat segera bekerja sama untuk  membantu pelatihan kerja di BLK kejuruan IT. Saat ini terdapat 301 BLK di seluruh Indonesia dimmana 19 diantaranya milik pemerintah pusat, dan sisanya milik pemerintah daerah.

Untuk mempercepat peningkatan kompetensi pekerja dan buruh, Kemnaker  telah melakukan terobosan melalui program 3R BLK atau Revitalisasi, Reorientasi, dan Rebranding Balai Latihan Kerja. 3 Balai Latihan Kerja yaitu BBPLK Bekasi, BBPLK Serang, dan BBPLK Bandung Bekasi, dipilih sebagai pusat pengembangan program tahap pertama.

BBPLK Bekasi akan dijadikan sebagai pusat pengembangan kejuruan elektronika dan teknologi informasi. BBPLK Serang ditunjuk sebagai pusat pengembangan kejuruan las dan listrik. Sementara BBPLK Bandung sebagai pusat pengembangan kejuruan manufaktur dan otomotif.(Deddi Bayu/dbs)