Jumat, 24 November 2017 | 22:03 WIB
Menteri BUMN Mempertanyakan Alasan Aksi Mogok Pekerja JICT
Jumat, 4 Agustus 2017 | 07:24 WIB
ilustrasi -

Skalanews - Menteri BUMN Rini Soemarno terus memantau perkembangan aksi mogok kerja yang dilakukan Serikat Pekerja PT Jakarta International Container Terminal (JICT) sejak Kamis (3/8) pagi.

"Kami juga memonitor, mereka mau demo, silakan," kata Rini, saat ditemui di Gedung Menko Perekonomian, Jakarta, Kamis (3/8).

Rini mempertanyakan alasan aksi tersebut dilakukan, karena dari sisi pendapatan, para pegawai JICT telah memperoleh gaji dan insentif yang memadai.

"Kalau kita lihat dari sisi pendapatan, pekerja JICT itu pendapatannya sangat tinggi, dibandingkan sebelahnya Koja, dan Pelabuhan Peti Kemas," katanya.

Karena itu, Rini mengharapkan persoalan tersebut segera tuntas dan menyerahkan penyelesaian masalah ini kepada manajemen Pelindo II.

Sebelumnya, Wakil Direktur Utama PT JICT Riza Erivan menyesalkan tetap dilaksanakan aksi mogok kerja, padahal semua hak pegawai telah dipenuhi oleh manajemen.

"Kami menyesalkan aksi mogok kerja karena semua hak normatif sesuai Perjanjian Kerja Bersama telah dipenuhi oleh Manajemen JICT," kata Riza.

Menurut dia, permasalahan hubungan industri yang terjadi antara manajemen dengan SP JICT bisa diselesaikan melalui duduk bersama dan mengedepankan kepentingan yang lebih besar, dengan tetap mengacu pada ketentuan undang-undang yang berlaku.

Sehubungan dengan aksi SP JICT tersebut, lanjut Riza, manajemen telah mengambil berbagai langkah antisipatif, salah satunya dengan memindahkan kapal ke pelabuhan lain di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Kami telah mengantisipasi aksi mogok ini dengan berbagai langkah contingensi plan di antaranya dengan memindahkan kapal ke pelabuhan lain di Tanjung Priok sehingga pelayanan bongkar muat tidak terganggu," katanya pula. (bus/antara)