Kamis, 19 Oktober 2017 | 19:50 WIB
Jelang Pilkada 2018, Polri Mulai Petakan Wilayah Rawan
Jumat, 13 Oktober 2017 | 07:25 WIB
ilustrasi -

Skalanews - Jelang Pilkada serentak 2018, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengaku pihaknya sudah memetakan sejumlah wilayah yang rawan terjadi kericuhan.

"Pilkada nanti ada 171 daerah, ada Gubernur dan Wali Kota dan Bupati. Kita perkirakan yang rawan itu di Jawa barat, Kalbar, kemudian mungkin di Papua, Pilgubnya juga," kata Tito Tito di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (12/10).

Meski demikian, pemetaan ini hanya bersifat sementara karena diprediksi dua atau tiga bulan mendatang akan ada perubahan.

Tito sendiri mengaku pihaknya akan senantiasa menjalankan amanat Presiden Joko Widodo yang meminta agar Polri bersikap netral dalam Pilkada nanti.

Sedangkan untuk mengamankan jalannya pesta demokrasi itu, Polri harus bangun kerja sama dengan penyelenggara pemilu atau KPU.

"Oleh karena itu saya instruksikan kepada jajaran dari awal sedini mungkin kerja sama dengan KPU agar mereka bisa menjalankan proses pemilu ini sesuai tahap-tahap secara jujur dan netral," paparnya.

"Bawaslu harus metral dan sejak dini bangun jaringan karena KPU, Bawaslu ini jaringannya sampai ke desa-desa," imbuhnya lagi.

Kemudian membangun hubungan dengan Parpol peserta pemilu dengan pasangan calon. Selanjutnya, bekerja sama dengan Pemda. Karena Pemda yang menyediakam anggaran untuk KPU dan Bawaslu, untuk pengamanannya.

"Kita harus bangun hubungan yang solid dengan aparat lain dalam bidang keamanan. TNI terutama," tutupnya. (Frida Astuti/bus)