Sabtu, 25 November 2017 | 08:41 WIB
BPS Kaji Porsi Perdagangan Elektronik
Selasa, 14 November 2017 | 20:07 WIB
Kepala BPS, Suhariyanto - [ist]

Skalanews - Badan Pusat Statistik (BPS) sedang mengkaji besaran andil atau porsi dari kegiatan perdagangan elektronik dalam jaringan (e-commerce) terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kami sekarang belum bisa memilah berapa 'share' dari 'online' itu, karena itu BPS sekarang sedang kerja sama dengan idEA (Asosiasi E-Commerce Indonesia)," kata Kepala BPS Suhariyanto ditemui di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (14/11).

Suhariyanto mengungkapkan bahwa sektor "e-commerce" sebenarnya sudah termasuk dalam data pertumbuhan ekonomi dari sisi produksi. Secara teori, semua yang diproduksi untuk kemudian diperdagangkan, baik secara "offline" atau "online", sudah tercakup di sana.

"Tetapi kami belum mampu memilah dari perdagangan, mana yang 'online' dan mana yang 'offline'. Harus ada fitur yang pasti dan kita sudah duduk dengan idEA," ucap dia.

Suhariyanto juga mengakui bahwa sektor "e-commerce" mengalami perkembangan yang pesat. Namun, menurut dia, porsinya terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan masih tergolong kecil.

"Ada yang bilang 1 persen, ada yang bilang 2 persen. Trennya cepat, tetapi 'share'-nya kecil," ucap dia.

Suhariyanto juga mengatakan bahwa BPS sudah pernah melakukan survei kecil untuk mengetahui pola pergerakan barang-barang yang dijual dalam jaringan.

Hasilnya, kata dia, porsi paling besar adalah pola konsumsi yang berkaitan dengan kegiatan waktu luang (hotel, restoran, dan tiket pesawat), jam tangan, dan alat komunikasi.

"Itu yang kami perlu riset dari waktu ke waktu. Apakah yang diperdagangkan di masyarakat itu tergantung gaya hidup, itu nanti bersama (dibahas) dengan asosiasi," kata Suhariyanto.

Ia mengaku belum bisa memastikan kapan pembahasan dan penjajakan terkait "e-commerce" dengan idEA tersebut akan selesai. "Mudah-mudahan tahun depan sudah selesai," kata Suhariyanto.(ant/dbs)