Jumat, 24 November 2017 | 22:01 WIB
Politik
Pihak Golkar Cari Tahu Kebenaran Kadernya Ditangkap KPK
Sabtu, 7 Oktober 2017 | 15:40 WIB
Bobby Adhityo Rizaldi - [suarakarya]

Skalanews - Politikus Partai Golkar Bobby Adhityo Rizaldi masih mencari tahu apakah benar rekannya satu fraksi di DPR terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

"Saya juga masih konfirmasi, apakah itu dari fraksi Partai Golkar. Saya baru baca, saya belum tahu apakah itu benar Aditya Moha atau bukan," beber Bobby menjawab pertanyaan wartawan usai diskusi di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (7/10).

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang menyebutkan masih memastikan hal tersebut.

Namun Fadli menduga bila penangkapannya terjadi di Manado maka bisa dipastikan itu bukan Aditya.

"Saya masih memastikan karena kalau di Manado enggak mungkin. Si Moha jam 10 malam masih ada diskusi milenial, tapi apakah itu lokasi (penangkapan, red) di Jakarta masih baru tahu di media," tuturnya.

Namun, jika yang ditangkap adalah Aditya, Fadli mengaku sangat  prihatin. "Sangat prihatin, menyesalkan karena Moha itu kader muda. Suaranya banyak, dekat dengan masyarakat. Kemampuan elektoralnya kuat, dia juga berprestasi dari Komisi 9, lalu Komisi 11 DPR," tutupnya.

Aditya sendiri merupakan anggota DPR yang berasal dari daerah pemilihan Sulawesi Utara. Pada usai 22 tahun, ia sudah duduk menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

Pria kelahiran Kotamobagu, Sulawesi Utara ini juga aktif di berbagai organisasi sayap Golkar, seperti KNPI dan AMPI. Pada Pileg 2009 lalu, dirinya mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif DPR RI dan terpilih.

Periode pertama ini, dia bertugas di Komisi IX yang membidangi kesehatan, kependudukan, dan tenaga kerja.

Dia juga sempat merasakan panasnya pertarungan Pilkada. Aditya pernah menjadi calon Bupati Bolaang Mongondow yang didukung penuh Partai Golkar. Hanya saja, dia kalah oleh rivalnya Salihi Mokodongan.

Aditya juga dikenal aktif dan mendukung pemekaran Provinsi Bolaang Mongondow dari Sulawesi Utara.

Penyelenggaraan Pemilu 2014, Aditya sukses meraup suara dan membawanya terpilih kembali menjadi Anggota DPR RI.

Pada periode kedua ini, Aditya bertugas di beberapa komisi, seperti Komisi XI bidang keuangan, perbankan, dan perencanaan pembangunan dan Komisi VI DPR-RI yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM dan BUMN, serta standarisasi nasional.

Seperti diketahui, KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Hakim dan seorang politisi. Atas dugaan transaksi suap terkait proses penanganan hukum.

Pasalnya, Ibu sang politisi tersebut tersangkut dugaan korupsi yang sudah divonis di tingkat pengadilan Negeri.

Pada OTT ini, KPK menyita uang 101 ribu dolar Singapura atau setara dengan Rp 1 miliar. Uang ini dibagi tiga bagian. Satu bagian bahkan ditemukan di dalam sebuah mobil. (Bisma Rizal/bus)