Senin, 20 November 2017 | 00:30 WIB
Politik
Jubir PKS Harap Generasi Muda Kritisi Kondisi APBN
Kamis, 2 November 2017 | 06:47 WIB
ilustrasi -

Skalanews - Juru Bicara Bidang Ekonomi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid mengharapkan generasi muda dapat mengkritisi kondisi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) guna mencari solusi agar anggaran negara bisa melesatkan perekonomian nasional.

"Ajak anak-anak muda untuk peduli dengan masalah APBN Indonesia," kata Muhammad Kholid dalam rilis di Jakarta, Rabu (1/11).

Menurut Kholid, kondisi APBN saat ini mencemaskan yang ditandai dari tingginya utang negara yang berpotensi mengancam kesinambungan fiskal di masa depan.

PKS, ujar dia, mengharapkan APBN dapat menjadi jangkar perekonomian nasional yang kredibel dan tidak malah memperpuruk perekonomian bangsa.

Ia menilai kebijakan fiskal yang ekspansif selama tiga tahun terakhir ternyata tidak mampu mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan secara signifkan.

Sebelumnya, anggota DPR Fraksi PKS Ecky Awal Mucharam menyatakan, defisit anggaran yang dikelola oleh pemerintah tidak boleh menekan sektor swasta sehingga hal tersebut perlu dikelola dengan cermat agar rasio utang terhadap Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) tidak bertambah terus ke depannya.

Ia berpendapat indikasi dari hal tersebut dapat dilihat dari besarnya sisa lebih pembiayaan anggaran pada tahun 2015 dan 2016.

Untuk itu, ujar dia, pemerintah perlu menetapkan target penerimaan pajak yang kredibel karena realisasi yang meleset akan memperlebar defisit anggaran.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pelaksanaan belanja pemerintah yang lebih efisien bisa mengurangi beban anggaran dan menahan pelebaran defisit fiskal.

"Kalau kita bisa mengurangi belanja yang tidak perlu maka defisit sangat bisa dikurangi," kata Sri Mulyani dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah di Jakarta, Kamis (14/9).

Sri Mulyani mengatakan untuk mendorong efisiensi belanja tersebut, maka desain program perencanaan anggaran harus disusun secara matang, sejak proses penyusunan hingga penyaluran dana.

Namun, bila desain program itu telah tersusun dengan baik dan kinerja penyerapan anggaran ternyata masih belum memadai, maka berarti manajemen organisasi tersebut belum efisien. (bus/antara)


  
  
TERPOPULER
Index +