KPU DKI akan meminta Gubernur DKI Jakarta, untuk menerbitkan SK terkait dengan menetapkan libur saat pemungutan suara pada 11 Juli 2012.

Pilkada DKI Jatuh Pada Hari Kerja

Selasa , 15 Nov 2011 19:34 WIB
  
  
A+ | Reset | A-
Skalanews - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta menetapkan hari pemungutan suara Pemillihan Umum Kepala Daerah, jatuh pada hari Rabu, 11 Juli 2012.

"Masa jabatan gubernur DKI Jakarta akan berakhir pada 7 Oktober 2012. Berdasarkan mekanisme aaturan, pemungutan suara harus dilakukan satu bulan sebelum masa jabatan gubernur berakhir," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta, Aminullah kepada wartawan saat jumpa pers seputar Pemilukada DKI 2012, di Aula Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (15/11).

Penetapan tanggal 11 Juli, kata Aminullah, sebagai hari pemungutan suara atau mundur sekitar tiga bulan sebelum masa jabatan gubernur berakhir, mengingat berlangsungnya bulan suci Ramadhan.

"Tidak mungkin saat masa kampanye Pemilukada digelar bersamaan saat memasuki bulan puasa karena bisa mengakibatkan ibadah warga tidak khusyuk," ujarnya.

Karena hari pemungutan suara jatuh pada hari kerja, lanutnya, KPU DKI akan berkirim surat ke Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, untuk menerbitkan Surat Keputusan (SK) terkait dengan menetapkan libur saat pemungutan suara pada 11 Juli 2012.

"KPU akan minta diliburkan hari pemungutan suara , termasuk anak sekolah, karena guru, dan tenaga administrasi sekolah juga punya hak pilih. Pada pemungutan suara Pemilukada DKI tahun 2007 silam, juga liburkan saat hari pemungutan suara berlangsung," tuturnya.

Aminullah mengakui, hingga saat ini pihaknya belum menyusun jadwal dan tahapan Pemilukada DKI Jakarta. "KPU DKI saat ini masih dalam proses pelaksanaan kegiatan sosialisasi diantaranya, lomba pembuatan maskot, jingle dan mars," jelasnya.

Pihaknya, lanjut Aminullah, juga akan menggelar sosialisasi ke sejumlah mal dan kampus agar pelaksanaan Pemilukada DKI Jakarta dapat berjalan dengan lancar dan peran serta warga untuk datang pada hari pemungutan suara bertambah dibandingkan pada Pemilukada DKI 2007 silam.

"Kami juga menggelar kampanye dalam bentuk tatap muka dan juga melaksanakan debat kandidat bakal calon Gubernur DKI Jakarta," pungkasnya. (buj)

Komentar facebook