Pasal tersebut tidak sah dan memberlakukan pasal rektoaktif dalam perkara ini.

Terancam Penjara Seumur Hidup,Umar Patek Bacakan Eksepsi

Kuasa Hukum Umar Patek menyebut bahwa Jaksa Penuntut Umum keliru dalam menerapkan pasal-pasal yang didakwakan kepada kliennya.
Senin , 20 Feb 2012 12:02 WIB
  
  
A+ | Reset | A-
Skalanews - Setelah didakwa dengan pasal berlapis dengan ancaman seumur hidup terdakwa kasus terorisme,Hisyam bin Alizein alias Umar Patek hari ini membacakan eksepsinya.

Dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (20/2), kuasa hukum pembom Bali itu, Asludin Hatjani menyebutkan bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) keliru dalam menerapkan pasal-pasal yang didakwakan kepada Umar Patek.

"Inti dari eksepsi yang kami ajukan tadi ada beberapa hal yaitu, tentang penerapan pasal 15 junto pasal 9 perpu no 1 tahun 2002. Dalam perpu jelas yang dimaksudkan tindak pidana terorisme namun dalam dakwaan JPU, dia juga menyebutkan adanya peristiwa yang terjadi sebelum UU ini diundangkan ada Bom Natal, Bom Bali banyak seperti yang kami jelaskan,"paparnya.

Asluddin menilai, pasal tersebut tidak sah dan memberlakukan pasal rektoaktif dalam perkara ini.

"Kami anggap itu tidak sah berarti jaksa melakukan pasal retrokatif dalam perkara ini dan ini berarti dia melanggar asas hukum, di Mahkamah Konstitusi sudah dikabulkan dan tidak bisa diberlakukan lagi," tambahnya.

Kata Asluddin, dakwaan pertama jaksa tetap menyampaikan penerapan pasal 340 junto pasal 55.

"Dalam hal ini tidak jelas apa yang dilakukan terdakwa. Peran terdakwa hanya di undang oleh Imam Samudera ke Bali. Lalu meracik bom, saat itu dia tidak tahu perencanaan sampai peledakan, itu pokok eksepsi kita,"pungkasnya.

Seperti diketahui, Umar Patek dengan nama asli Hisyam bin Alizein, merupakan alumnus Akademi Militer Mujahidin angkatan 1991 dan lulus 1994. Teroris yang diburu seharga satu juta dollar Amerika Serikat tertangkap di Pakistan pada 2 Maret lalu. (Frida Astuti)
Komentar facebook