Secara total Indonesia mendapat tuduhan 222 kasus yang berasal dari 25 negara.

Selama 21 Tahun, Indonesia Dituding Lakukan 174 Kasus Dumping

Selama 21 tahun, sejak 1990 hingga 2011, Indonesia dituding telah melakukan 174 kali kasus dumping, 15 tuduhan kasus subsidi dan 33 kasus safeguard.
Selasa , 20 Mar 2012 18:11 WIB
  
  
A+ | Reset | A-
Skalanews - Selama 21 tahun, sejak 1990 hingga 2011, Indonesia dituding telah melakukan 174 kali kasus dumping, 15 tuduhan kasus subsidi dan 33 kasus safeguard.

Hal ini dipaparkan Direktur Pengamanan Perdagangan Ditjen Perdagangan Luar Negeri, Ernawati, Selasa (20/3), dalam deseminasi masalah hambatan perdagangan ekspor di negara tujuan, di Bandar Lampung.

Hambatan perdagangan trade remedies dalam kurun waktu 21 tahun itu, jelasnya, secara total Indonesia mendapat tuduhan 222 kasus yang berasal dari 25 negara.

Menurut dia, dari 25 negara yang telah menuduh dumping, subsidi dan "safeguard", India menduduki urutan pertama (30 kasus), Uni Eropa (27 kasus), Amerika Serikat (23 kasus), Australia (21 kasus), Turki (19 kasus), Afrika Selatan (12 kasus), Filipina (10 kasus), Pakistan (10 kasus).

Sisanya kurang dari 10 kasus yakni Selandia Baru, Malaysia, Argentina, China, Brasil, Kanada, Mesir, Thailand, Meksiko, Kolombia, Jamaika, Peru, Trinidad dan Tobago, China Taipei dan Vietnam.

Melalui gambaran itu menurut dia, dapat disimpulkan bahwa saat ini penggunaan instrumen pengamanan perdagangan internasional berupa tuduhan dumping, subsidi serta safeguard sudah banyak dilakukan negara maju dan berkembang.

Ernawati mengatakan, dari 222 kasus tuduhan dumping, subsidi, serta tindakan "safegurad", saat ini 19 kasus atau 8,57 persen dari total tuduhan masih dalam proses penanganan Direktorat Pengamanan Perdagangan Kementerian Perdagangan.

Selanjutnya, sebanyak 94 kasus (42,34 persen) telah diselesaikan penyelidikannya oleh otoritas negara penuduh dan telah dikenakan bea masuk antidumping/bea masuk imbalan atau tindakan safeguard oleh negara penuduh. (Buj)

Komentar facebook