Komisi tersebut akan meninjau kembali penilaian tersebut pada bulan Agustus mendatang.

Hakim Putuskan Microsoft Langgar Paten Motorola

Jika pada akhirnya nanti diputuskan bahwa Microsoft bersalah, maka Motorola dapat memaksa untuk menghentikan impor Xbox ke AS.
Selasa , 24 Apr 2012 21:42 WIB
  
  
A+ | Reset | A-
Skalanews - Seorang hakim di Komisi Perdagangan Internasional AS telah memutuskan bahwa Microsoft telah melanggar empat paten yang dimiliki oleh Motorola Mobility. 

Klaim yang diajukan berhubungan dengan teknologi yang digunakan dalam kompresi standar video H.264 dan konektivitas wi-fi. Teknologi tersebut diterapkan pada konsol game XBox 360 buatan Microsoft. 

Jika pada akhirnya nanti diputuskan bahwa Microsoft bersalah, maka Motorola dapat memaksa untuk menghentikan impor Xbox ke AS.
 
Komisi tersebut akan meninjau kembali penilaian tersebut pada bulan Agustus mendatang.
 
Namun klaim tersebut hanyalah salah satu dari sekitar 50 kasus properti intelektual yang diklaim oleh produsen smartphone tersebut, yang mewajibkan Microsoft harus memiliki lisensinya.
 
Microsoft mengatakan bahwa jika mereka diharuskan untuk memenuhi semua tuntutan Motorola tersebut, maka mereka akan menghadapi tagihan tahunan sebesar 4 miliar dolar AS.
 
Seperti dilansir BBC, Selasa (24/4), seorang juru bicara Motorola mengatakan, "Microsoft terus melanggar paten Motorola Mobility, dan kami yakin pada posisi kami". Namun, Microsoft memberi sinyal bahwa mereka akan berjuang, mereka mengatakan, "Kami yakin komisi akan berpihak dan mendukung Microsoft"
 
Konsultan paten, Florian Mueller, yang memberi advise kepada Microsoft, mencatat dalam blog-nya bahwa tiga dari empat paten yang disengketakan melibatkan teknologi jenis Frand.
 
Pada awal bulan April, Komisi Eropa mengatakan bahwa mereka telah melakukan investigasi sebanyak dua kali, terkait apakah upaya dari Motorola untuk melindungi jenis Frand-nya tersebut termasuk kedalam praktek penyalahgunaan posisi pasar yang dominan.
 
Pada tanggal 2 Mei mendatang akan terjadi sebuah putusan penting lainnya yang melibatkan dua perusahaan tersebut, dari pengadilan di Mannheim, Jerman.
 
Putusan tersebut akan menentukan apakah Motorola diperbolehkan untuk melarang distribusi Windows 7, Windows Media Player dan konsol Xbox di negera ini, terkait sengketa paten H.264.
 
Namun, pengadilan di AS memutuskan bahwa Motorola tidak harus menerapkan larangan tersebut, sampai seorang hakim yang berbasis di Washington memperhitungkan bukti-bukti yang berhubungan dengan teknologi Frand mereka.
 
Microsoft telah memindahkan pusat distribusi software mereka di Eropa, dari Jerman ke Belanda untuk meminimalkan gangguan potensial.(Risman Afrianda)
 
Komentar facebook