"Dua anggota itu sudah kami serahkan ke Polda NTB untuk penindaklanjutan sesuai dengan proses hukum,"

Dua Polisi Terlibat Penyelundupan Imigran Asing

Kapolres Lombok Timur AKBP Agus Nugroho membenarkan dua anggotanya Briptu EG dan Brigadir MK terlibat dalam aksi penyendulupan para imigran gelap asal Somalia dan Eritrea ke Australia.
Sabtu , 28 Apr 2012 21:39 WIB
  
  
A+ | Reset | A-
Skalanews - Kapolres Lombok Timur AKBP Agus Nugroho membenarkan dua anggotanya Briptu EG dan Brigadir MK terlibat dalam aksi penyendulupan para imigran gelap asal Somalia dan Eritrea ke Australia.

"Dua anggota itu sudah kami serahkan ke Polda NTB untuk penindaklanjutan sesuai dengan proses hukum, tidak ada perlakuan khusus yang jelas sama dengan empat tersangka sebelumnya yang berasal dari kalangan warga sipil," ujar Agus, dikantornya Sabtu (28/4).

Hukuman akan tetap diberikan kepada anggotanya, agar tidak ada lagi keterlibatan dari anggota kepolisian yang melanggar hukum.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Lotim AKP Yuyan Priatmaja mengungkapkan keterlibatan dua anggota polisi dalam penyelundupan 35 imigran gelap diantaranya 24 orang laki-laki, 10 perempuan, dan seorang anak perempuan yang terdampar di Pantai Sepang, Dusun Bontang, Desa Emang Lestari Kabupaten Sumbawa pada 15 April lalu.

Pada awalnya imigran gelap ingin pergi ke Australia untuk mencari suaka politk dengan menggunakan kapal kayu yang sudah disewa dengan Rp25 juta per orang, namun ditengah perairan Australia kapalnya diterjang ombak laut yang sedang tinggi sehingga mesin kapal tersebut mati dan akhirnya terdampar di kepulauan Sumbawa.

Akibat terjangan ombak ini, sejumlah penumpang harus masuk rumah sakit, dan nahkoda beserta anak buahnya lari. Hingga kini pihak kepolisian masih mencari para tersangka yang melarikan diri.

Setelah bekerjasama antara Polres Lombok Timur dan Polres Sumbawa untuk melakukan penyelidikan barulah diketahui keterlibatan empat orang warga sipil yakni Her (warga Masbagik) Anj (warga Keruak), Rus (warga Keruak) dan Ajs (warga Rumbuk Sakra) dan ditemukan keterlibatan dua anggota polisi.

Dua anggota Polres Lotim itu berperan sebagai pengawas dan mencari tempat penampungan. Para tersangka akan dikenakan Pasal 120 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda minimal Rp500 juta, maksimal Rp1,5 miliar.[Simon Siniga/pay]
Komentar facebook