"Hal ini menunjukkan betapa buruknya Reformasi Birokrasi Polri."

IPW Ingatkan Kapolri Ganti Pejabat Yang Sudah Pensiun

Senin , 14 Mei 2012 14:06 WIB
  
  
A+ | Reset | A-
Skalanews - Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S Pane mengatakan IPW mengingatkan Kapolri agar segera melakukan mutasi untuk mengganti pejabat-pejabat yang sudah pensiun, karena sekarang ada tiga pejabat Polri yang sudah pensiun tapi masih tetap menjabat.

Adapun ketiga pejabat Polri yang sudah pensiun tapi masih menjabat itu, kata Neta adalah Wakabareskrim Irjen Bekto Suprapto yang pensiun pada bulan April, Wairwasum Irjen Hasyim Iriyanto yang pensiun pada bulan April dan Kapolda DIY Brigjen Polisi Tjuk Basuki yang pensiun pada bulan Mei.

"Hal ini menunjukkan betapa buruknya Reformasi Birokrasi Polri. Akibatnya sistem kaderisasi dan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Polri menjadi amburadul," ungkap Neta melalui pesan singkat Blackberry kepada wartawan, Senin (14/5).

Neta menambahkan keteledoran Polri dalam manajemen SDM tersebut sudah beberapa kali terjadi. "Tahun 2011 Kabaintelkam Komjen Wahyono yang sudah pensiun 15 April 2011 dibiarkan tetap menjabat hingga akhir Mei," pungkas dia.

Lebih lanjut Neta menerangkan di era Orde Baru, tiga bulan sebelum pensiun pejabat Polri dimutasi untuk MPP (masa persiapan pensiun), tetapi di era reformasi, masih menurut dia, pejabat Polri yang sudah pensiun malah masih menjabat.

Akhirnya, kata Neta, lambannya penggantian pejabat yang sudah pensiun itu terasa aneh dan sangat tidak beralasan, karena selama ini Polri selalu menyatakan bahwa Polri sudah profesional dan proses pengkaderan maupun karir di Polri sudah berdasarkan kompetensi. 

" Polri pun saat ini memiliki 210 perwira tinggi (jenderal), baik bintang satu, dua, tiga maupun empat. Sehingga tidak ada alasan bahwa Polri kesulitan mencari figur para pejabat yang baru," jelas dia.

Lambannya penggantian tersebut, tambah Neta, merupakan pelanggaran terhadap aturan tentang masa pensiun pejabat Polri. "Kasus ini menunjukkan reformasi Polri masih berjalan lamban," tukas dia. [Andrian Gilang/Pay]
Komentar facebook