Langkah ini diambil menyusul terjadinya pelemahan rupaih.

Bank Mandiri Batasi Kredit Valas

Selasa , 05 Jun 2012 18:17 WIB
  
  
A+ | Reset | A-
Skalanews - PT Bank Mandiri Tbk mengambil langkah strategis dengan membatasi kredit valas. Langkah ini diambil sebagai upaya  untuk mengatasi dampak negatif melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Tren pelemahan rupiah terhadap dolar AS kita sikapi dengan membatasi pengucuran kredit valas, agar likuiditas dolar kita tetap terjaga,"ungkap Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini, usai menyaksikan penandatangan pembiayaan kredit Rp320 miliar kepada PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari, di Jakarta, Selasa.

Menurut Zulkifli, kebijakan agar tetap prudent (berhati-hati) merupakan langkah yang diambil agar jangan sampai bank memberikan kredit valas, sementara likuiditas dolar tidak mencukupi.

Untuk itu porsi kredit valas Mandiri saat ini tetap dijaga tidak lebih dari 15 persen dari total kredit Mandiri.

"Saya lupa nilainya, tapi pada dasarnya kita hanya memberikan kredit valas kepada perusahaan yang dalam bisnisnya benar-benar menghasilkan dolar atau perusahaan 'export eriented'. Perusahaan yang menghasilkan dolar kita tidak akan memberikan kredit valas. Kita selalu mewaspadai itu," ujarnya.

Diketahui nilai tukar rupiah dalam beberapa pekan terakhir tertekan bahkan mencapai level Rp9.600 per dolar AS, yang dipicu sentimen global akibat kekhawatiran meluasnya krisis keuangan di Yunani ke sejumlah negara di Eropa terutama Spanyol.

Mengatasi dampak tersebut, Bank Indonesia pada Selasa, 19 Mei 2012 mengumumkan penerbitan "term deposit" atau instrumen penempatan devisa oleh perbankan domestik di Bank Indonesia dalam bentuk valas.

Dengan kebijakan tersebut, perbankan nasional tak perlu melempar valas, khususnya dolar AS ke pasar keuangan di luar negeri karena BI akan memberikan bunga di atas pasar luar negeri agar perbankan lebih tertarik menyimpan valasnya di dalam negeri.

Menurut Zulkifli, saat ini memang terjadi penurunan nilai tukar rupiah. "Itu hal yang wajar, namun kami optimis pada waktu yang akan datang akan terjadi penguatan lagi," katanya.

Ia menjelaskan, kredit valas Mandiri sesungguhnya telah dibatasi sejak akhir 2011 setelah kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi Eropa dan Amerika Serikat merebak.

"Dolar AS bukan mata uang Indonesia, maka kita selalu berhati-hati agar likuiditas dolar Mandiri bisa membiayai kredit itu sendiri," ujarnya. [Antara]
Komentar Anda
Komentar facebook