"Negara berkembang yang menanggung beban dari krisis keuangan global meskipun tidak menyebabkan itu,"

NGO Dunia Desak G20 Fokus Pada Petumbuhan Berimbang

Rabu , 13 Jun 2012 02:21 WIB
  
  
A+ | Reset | A-
Skalanews - Aliansi organisasi non-pemerintah (NGO) dunia, InterAction, mendesak untuk melihat lebih jauh dampak dari krisi eropa dan fokus pada pertumbuhan yang berimbang. Pasalnya, dampak dari krisis Eropa itu kini sudah mulai menjalar kenegara-negara miskin di dunia.

Hal tersebut disampaikan dalam konferensi jarak jauh pra-KKT G20 pada pekan depan di Meksiko. Adapun NGO yang tergabung dalam aliansi itu diantaranya adalah Oxfam, ActionAid USA, ONE dan World Vision.

"Negara berkembang yang menanggung beban dari krisis keuangan global meskipun tidak menyebabkan itu. Kami ingin G20 berfokus pada pertumbuhan," kata Sam Worthington, presiden InterAction. 

Menurutnya, negara-negara miskin di dunia butuh pertumbuhan yang inklusif dan perhatian dari perubahan iklim dan dampak dari tingginya harga dunia. Belum lagi persoalan korupsi di negara tersebut. Dan itu menurut negara-negara miskin ini haruslah fokus pada ketahanan pangan demi memberikan gizi kepada anak-anak mereka. 

"Hal itu adalah krisis yang belum tentu akan dibahas di G20. Tetapi mereka penting bagi kehidupan miliaran orang di seluruh dunia." kata Worthington.

Pertemuan tingkat tinggi Kelompok Dua Puluh (G20) negara ekonomi utama pada 18-19 Juni di Resor Los Cabos, Meksiko, diperkirakan akan didominasi oleh diskusi tentang menyelesaikan krisis utang yang melumpuhkan zona euro dan memulihkan pertumbuhan global.

"Sudah jelas bahwa G20 akan fokus pada pertumbuhan. Tetapi, sejak tahun 2009 mereka telah berulang kali berjanji untuk memberikan yang kuat, pertumbuhan yang berkelanjutan dan seimbang dan mereka telah sama-sama berulang kali gagal untuk hidup sesuai dengan komitmen itu," kata koordinator G20 Oxfam Steve Price-Thomas.

"Itu penting tidak hanya untuk Eropa, tetapi ke seluruh dunia dan khususnya ke negara berkembang, karena negara-negara miskin telah mencapai batas kemampuan keuangan mereka untuk mempertahankan diri melawan krisis global, yang disebabkan oleh dunia kaya." lanjutnya. [Ant/Pay]
Komentar Anda
Komentar facebook