Dalam kasus tersebut sudah ada empat tersangka yang merupakan dua ajudan walikota dan juga dua ajudan Sekretaris Daerah.

KPK Diminta Tangani Dugaan Korupsi Dana Bansos Pemkot Bandung

Gerakan Rakyat Untuk Keadilan (Gerak) Indonesia menyampaikan dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Pemerintah Kota Bandung, sebesar Rp80 miliar yang kini semakin ironis, karena terus jalan ditempat.
Senin , 13 Ags 2012 17:34 WIB
  
  
A+ | Reset | A-
Skalanews - Gerakan Rakyat Untuk Keadilan (Gerak) Indonesia menyampaikan dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Pemerintah Kota Bandung, sebesar Rp80 miliar yang kini semakin ironis, karena terus jalan ditempat.

Kordinator Gerak Indonesia, Teddy mengatakan dalam kasus tersebut sudah ada empat tersangka yang merupakan dua ajudan walikota dan juga dua ajudan Sekretaris Daerah.

Menurut Teddy, kasus korupsi tersebut tidak dapat menyentuh petinggi Pemerintah Kota Bandung khusunya sang Walikota, Dada Rosada, karena dikabarkan telah mengembalikan uang negara sebesar Rp2,45 miliar kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Kendati demikian, Teddy justru mempertanyakan, apakah memang benar Dada Rosada sudah mengembalikan uang tersebut?

"Kalau dia tidak terlibat indikasi korupsi, kenapa harus mengembalikan dana sebesar Rp2,45 miliar kepada Kejati Jabar," ungkap Teddy di KPK, Jakarta, Senin (13/8).

Kemudian menurut Teddy, juga ada penyimpangan terhadap anggaran dalam APBD 2009-2010 seperti proyek pembangunan stadion Gedebagw yang akan dijadikan markas utama klub Persib.

"Proyek tersebut telah dianggarkan sebesar Rp495 miliar yang dijadwalkan selesai Desembaer 2011. Dan juga indikasi penyimpangan dana hibah ke klub Persib yang berbentuk PT sebesar Rp6,5 miliar padahal bukan kewajiban pemerintah daerah memberikan dana hibah tersebut," tukas dia.

Oleh karena itu, Gerak Indonesia mendukung KPK untuk mengambil alih kasus dugaan korupsi di Pemkot Bandung yang sudah jalan di tempat.

Teddy juga mendesak agar Walikota Bandung, Dada Rosada ditangkap dan diadili secepatnya. Selain itu, diakui Teddy, pihaknya juga meminta agar usut tuntas korupsi dana Hibah Bansos di Pemkot Bandung dan penyimpangan APBD 2009-2010.

Kemudian, kata Teddy, pihaknya juga meminta dengan tegas kepada KPK agar segera memeriksa Walikota Bandung secepatnya. [Andrian Gilang]
Komentar facebook