Hakim Agung berpendapat novum yang diajukan Bank Mandiri tersebut sudah dipertimbangkan dalam proses judex juris merupakan pengulangan dari alasan- alasan kasasi yang telah dipertimbangkan sebelumnya

MA Tolak PK Bank Mandiri Atas Eksekusi Lelang Kopi Tripanca

Senin , 12 Sep 2011 15:06 WIB
  
  
A+ | Reset | A-
Jakarta -  PT Bank Mandiri Tbk harus rela melepaskan salah satu aset berupa komoditas kopi milik PT Tripanca Grup (dalam pailit), Lampung.

Setelah permohonan upaya hukum peninjauan kembali (PK) untuk membatalkan proses lelang kopi sebanyak 26 ribu ton atau senilai Rp277,5 miliar ditolak majelis hakim. Seperti dalam salinan putusannya yang dilansir dari situs Mahkamah Agung (MA) pada pekan lalu. 

Persidangan yang diketuai majelis Hakim Agung, Mieke Komar dengan anggota Rehngena Purba dan Valerine JL. Kriekhoff  pada akhir pekan lalu, menilai permohonan PK (Bank Mandiri dkk) telah dijadikan pertimbangan saat kasasi. Putusan PK ini berarti menguatkan putusan kasasi sebelumnya

Alasan diajukan PK itu berdasarkan adanya Novum yaitu adanya Penetapan No.31/Eks .F/2008.PN.TK, tertanggal 22 Desember 2008 dan Sertifikat Jaminan Fidusia Nomor: W6.3890.HT.04.06TH.2008/STD jo. Akta Jaminan Fidusia No. 52 tanggal 19 September 2008.

Tapi dalam pertimbangnya bahwa kedua Novum tersebut sudah dipertimbangkan dalam proses judex juris dan uraian alasan Novum pun merupakan pengulangan dari alasan- alasan kasasi yang telah dipertimbangkan oleh judex juris sebelumnya.

Oleh karena itu Novum tersebut tidak dapat mematahkan pendapat/pertimbangan/putusan yang telah dijatuhkan judex juris pada upaya hukum kasasi

Kisruh ini bermula, Bank Mandiri dkk berang setelah biji kopi milik PT Tripanca Group sebanyak 26 ribu ton itu dieksekusi lelang oleh PT Bank Mega, Tbk yang dibeli oleh PT Perkebunan Indonesia Lestari senilai Rp277,5 miliar pada 2 November 2009.  

Kopi ditaruh di tiga tempat penyimpanan, yakni di gudang Dharmala. gudang Lakop dan gudang Asenda yang berada di Bandar Lampung itu dianggap sebagai bagian dari aset pailit atau bundel pailit.

Perbuatan itu pihak perbankan plat merah menganggap saat ini Tripanca sudah dinyatakan pailit (3 Agustus 2009) dan proses kepailitan pun sedang berjalan. Seharusnya kalau bank itu mau menjual, setelah proses kepailitan selesai. 

Sementara Bank Mega berpendapat lain bahwa kopi tersebut telah dijaminkan Tripanca kepada Bank Mega sebagai jaminan fidusia merupakan pengalihan hak suatu benda atas dasar kepercayaan. Artinya bahwa benda jaminan fidusia tetap dikuasai oleh debitur walaupun hak milik atas benda tersebut telah berpindah ke tangan kreditur.

Namun, Kuasa Hukum Bank Mandiri, Dodi S. Abdul Kadir saat dihubungi skalanews belum bersedia menanggapi atas ditolaknya putusan PK tersebut. Dirinya mengaku masih akan berkoordinasi dulu dengan kliennya. (bus)

Komentar facebook