Selasa, 12 November 2019 | 23:54 WIB
Membeli klub merupakan upaya kelompok kriminal untuk mengatur hasil pertandingan dan itu banyak terjadi di negara-negara berkembang.
FIFA Sinyalir Masuknya Kelompok Kriminal Di Sepak Bola
Selasa, 20 September 2011 | 16:01 WIB
-
Zurich - Kelompok kriminal disinyalir mulai menyusup ke dunia sepak bola dengan menanam investasi jangka panjang, memanipulasi pertandingan, pembelian tim dan mengelola tempat pelatihan wasit.

Hal ini diungkapkan  Kepala Keamanan Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Chris Eaton, di Markas FIFA, Selasa (20/9). "Penyusupan merupakan kata yang tidak sopan namun tujuan kami adalah membongkar kejahatan teroganisir yang telah masuk kepada beberapa tingkat lembaga sepak bola guna menghasilkan uang judi berjumlah besar yang sedang berkembang," kata Eaton.

Eaton menambahkan, membeli klub merupakan upaya kelompok untuk mengatur hasil pertandingan dan itu banyak terjadi di negara-negara berkembang.

"Kami melihat minat pembelian tim-tim kelas bawah dan pergerakan para pemain serta penjualan pemain,"kata Eaton yang bekerja bagi Interpol selama lebih dari 12 tahun sebelum bergabung dengan FIFA.

"Kami mengawasi sejumlah sekolah pengembangan wasit dan sekolah pengembangan pemain sepak bola. Beberapa diantaranya secara jelas melakukan tindak kriminal. Mereka berinvestasi jangka panjang terhadap para pemain ini," sambungnya.

Eaton menandaskan, FIFA akan menyediakan perlindungan saksi bagi para pemain yang melaporkan bahwa mereka disambangi oleh para pelaku manipulasi pertandingan dan akan memberikan rehabilitasi bagi mereka yang korupsi pada usia muda.

FIFA juga menyediakan komunikasi bebas bagi siapa saja yang ingin memberikan informasi mengenai hal mencurigakan.

"Kami ingin memanipulasi para manipulator dan mengintimidasi para intimidator. Mereka harus sadar bahwa kami serius dan FIFA ingin melindungi anggotanya dengan berupaya melawan mereka yang tidak punya kesadaran sama sekali," ucapnya.

Awal tahun ini, FIFA mengadakan kerjasama dengan Interpol dengan kesepakatan mendanai 20 juta euro untuk membasmi manipulasi pertandingan selama sepuluh tahun mendatang.

Salah satu tugasnya adalah memberikan perlindungan dan persembunyian bagi para pengadu manipulasi itu. "Kami harus memberikan mereka perlindungan karena itu merupakan hal yang penting untuk membasmi kejahatan terorganisir," kata Eaton. (zhank's)


  
  
KOMENTAR:
Nama
Email
Komentar