Selasa, 12 November 2019 | 23:35 WIB
Indonesia harus membeli paket hak siar Piala Dunia 2018 dan 2022 kepada sebuah perusahaan yang pimpin Philippe Blatter, jika ingin menayangkan event empat tahunan itu.
Keponakan Blatter Kuasai Hak Siar Piala Dunia 2018 dan 2022
Jumat, 28 Oktober 2011 | 08:17 WIB
Keponakan Sepp Blatter, Philippe Blatter menguasai hak siar piala dunia 2018 dan 2022 -
Skalanews - Keponakan Presiden FIFA Sepp Blatter, Philippe Blatter resmi memegang kontrak hak siar Piala Dunia  2018  di Rusia dan 2022 Qatar. 

Seperti dilansir Infront, perusahaan Infront Sports & Media yang dipimpin Philippe Blatter ditunjuk FIFA  untuk menangani proses tender penjualan hak siar PD 2018 dan 2022 untuk 26 negara di kawasan Asia.

Nantinya, jika ke-26 negara ingin membeli paket hak siar Piala Dunia harus menjalin kontak dengan  perusahaan Infront Sports & Media -perusahaan agen pemasaran- yang bermarkas di Swiss

Ke-26 negara tersebut adalah Indonesia Afghanistan, Bangladesh, Butan, Kamboja, China, Taiwan, Hongkong, India, Kirgistan, Laos, Makau, Maladewa, Mongolia, Myanmar, Nepal, Pakistan, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Tajikistan, Thailand, Timor-Leste, Turkmenistan, Uzbekistan, dan Vietnam.

"Infront menawarkan paket terbaik bagi proyek yang sangat penting dan kompleks ini, baik dari aspek keuangan maupun pemasaran," kata Niclas Ericson, Direktur Televisi FIFA seperti ditulis Infront.

Sementara itu, untuk Amerika Serikat kontrak hak siar Piala Dunia 2018 dan 2022 sudah dipegang televisi Fox. Kabarnya, Fox harus membayar uang sebesar 425 juta dollar AS atau setara dengan Rp 3,7 triliun agar pemirsa berbahasa Inggris di wilayah Amerika Serikat dapat menonton piala dunia 2018 dan 2022.

Sedangkan di Indonesia untuk hak siar Piala Dunia 2018 dan 2022 belum ada lembaga atau perusahaan yang memilikinya. Namun, untuk hak siar Piala Dunia 2014 di Brasil, hak siarnya sudah dipegang oleh perusahaan investasi, Bakrie Capital. (day)

  
  
KOMENTAR:
Nama
Email
Komentar