Rabu, 23 Oktober 2019 | 02:49 WIB
Kepengurusan PSSI yang baru harus segera bergerak terkait liga ke depan.
PSSI Baru Dituding Punya Motif Balas Dendam
Kamis, 21 Juli 2011 | 19:10 WIB
-
Malang - Pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang baru terbentuk dituding memiliki motif 'balas dendam' terhadap kepengurusan yang lama. Tudingan itu dilontarkan manajer Persema Malang, Asmuri, Kamis (21/7).

"Seharusnya pengurus PSSI yang sekarang ini lebih memikirkan kepentingan yang lebih besar, yakni kepentingan bangsa bukan hanya sekedar balas dendam dengan kepengurusan PSSI yang lama," tegas Asmuri.

Akibat keputusan emosional yang didasari oleh balas dendam itu, katanya, tim nasional yang sudah terbentuk lama akhirnya harus kehilangan pelatih dan digantikan dengan pelatih baru dalam waktu yang singkat, padahal timnas harus berjuang menghadapi Turkmenistan dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2014.

Selain itu, katanya, pengurus lama (era Nurdin Halid) banyak yang memiliki kemampuan dan kualitasnya juga sudah teruji, sehingga masih tetap layak untuk dipertahankan, bukan semuanya "dibuang".

Mantan anggota DPRD Kota Malang dari PDIP itu juga menyayangkan jika sampai saat ini manajemen di tubuh PSSI masih belum terbentuk dan format kompetisi juga belum jelas.

Padahal, kalau sampai kompetisi terlambat digelar dan tidak beriringan dengan liga Eropa, maka bisa jadi Indonesia akan kehilangan haknya untuk berkompetisi di ajang internasional (LCA).

Jika hal itu sampai terjadi, tegasnya, maka Indonesia harus berangkat dari nol lagi untuk meraih tiket di ajang LCA.

"Kondisi ini sangat rentan karena jajaran PSSI di bawah komando Djohar Arifin hanya berpikir sesaat untuk meluapkan emosinya," ujarnya.

Ia mengakui, meski Persema berkompetisi di ajang Liga Primer Indonesia (LPI) yang digagas Arifin Panigoro, yang saat ini juga direpresentasikan dengan kepemimpinan PSSI yang baru, bukan berarti dirinya diam ketika ada yang tidak pas.

"Kepengurusan PSSI yang baru harus segera bergerak terkait liga ke depan, apalagi kondisi yang ada sekarang juga tidak mudah dengan adanya Liga Super Indonesia (LSI) dan LPI," tegas Asmuri. (zhank's/ant)


  
  
KOMENTAR:
Nama
Email
Komentar