Sabtu, 18 Januari 2020 | 02:23 WIB
Hari ini pencanangan penggabungan seluruh klub LPI ke klub-klub ISL maupun Divisi Utama. Ini dimulai dengan bergabungnya Bintang Medan dengan PSMS.
Medan, Jadi Awal Penggabungan LPI dan ISL
Sabtu, 13 Agustus 2011 | 01:05 WIB
Ketua Umum PSSI Djohar Arifin -
MEDAN - Penggabungan Liga Primer Indonesia (LPI) ke klub-klub yang berlaga di Indonesia Super League (ISL) maupun Divisi Utama berlangsung cepat di luar batas waktu yang ditetapkan, yakni akhir Agustus. Dan Medan, menjadi awal mula pengabungan dua kompitisi tersebut.

"Hari ini pencanangan penggabungan seluruh klub LPI ke klub-klub ISL maupun Divisi Utama. Ini dimulai dengan bergabungnya Bintang Medan dengan PSMS. Namanya ketika mengikuti kompetisi nanti tetap PSMS Medan," kata Ketua Umum PSSI Djohar Arifin di Medan, Jumat (12/8).

Ia menegaskan, penggabungan tersebut tetap memenuhi lima syarat yang ditetapkan AFC/FIFA. Kelima syarat itu di antaranya status legal dari pemerintah, dan dana yang menjadi tanggung jawab penuh pihak konsorsium. "Dengan demikian PSMS tidak akan menggunakan APBD lagi di masa mendatang," ujarnya.

Infrastruktur sendiri, lanjut Djohar, merupakan persyaratan ketiga. Dalam pengertian, Wali Kota Medan selaku Ketua Umum PSMS akan memperbaiki Stadion Teladan agar sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan AFC/FIFA.

Sedangkan keempat, ia mengungkapkan, harus melakukan pembinaan terhadap para pesepak bola muda dan terakhir terkait organisasi. "Untuk organisasi ini wali kota telah menyatakan kesiapannya untuk membenahi organisasi dan bertanggung jawab dengan kegiatan PSMS," tuturnya.

Djohar mengharapkan, PSMS dapat memenuhi kelima persyaratan AFC/FIFA. Ia juga berharap PSMS dapat lolos verifikasi tim dari AFC/FIFA, PSMS dapat lolos. "Insya Allah PSMS lolos verifikasi, sehingga bisa ikut kompetisi level atas," ujarnya.

Ia melanjutkan, baru PSMS dan Bintang Medan yang melakukan penggabungan dari keseluruhan klub baik LPI maupun ISL. Karena itu, ia mengharapkan apa yang dilakukan PSMS dan Bintang Medan akan diikuti klub-klub lainnya.

"Untuk itu keikhlasan Bintang Medan patut kita hargai, begitu juga dengan konsorsium LPI, salut kita kepada mereka. Sebab mereka menyatakan kesiapannya untuk membantu tim-tim di Indonesia baik yang berasal dari bekas ISL maupun Divisi Utama," bebernya.

Mengenai nama kompetisi yang akan digelar ke depan, Djohar mengaku sampai saat ini belum mengetahuinya. Karena hal tersebut masih disesuaikan dengan sponsor, agar dapat menggaet sponsor sebesar-besarnya. "Soal nama kompetisi masih kita perbincangkan lagi dengan pihak sponsor," ungkapnya. [mad]

  
  
KOMENTAR:
Nama
Email
Komentar