Kamis, 25 April 2019 | 01:04 WIB
"Kami telah memantau Timnas Indonesia sejak melawan Jordania lalu."
Gawat... Kelemahan Timnas Telah Diketahui Bahrain
Selasa, 6 September 2011 | 01:06 WIB
-
JAKARTA - Kelemahan Timnas Indonesia telah diketahui Bahrain. Pertandingan keduanya akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa (6/9) dalam lanjutan Pra Piala Dunia 2014 putaran tiga.

Hal itu diungkapkan pelatih Timnas Bahrain Peter Taylor saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (5/9). Karena telah mempelajari kelemahan-kelemahan timnas tersebut, ia mengatakan, para pemainnya akan mengaplikasikan pada pertandingan nanti.
 
"Kami telah memantau Timnas Indonesia sejak melawan Jordania lalu," kata mantan pelatih timnas U-21 Inggris ini.

Meski bertanding di kandang lawan, Peter Taylor menegaskan bahwa pihaknya tetap yakin dapat memberikan yang terbaik bahkan diharapkan bisa mencuri poin. "Mendapatkan poin sangat penting bagi kedua tim. Yang jelas tim kami sudah siap untuk pertandingan nanti," ujarnya.

Kendati demikian, ia mengaku, Indonesia merupakan salah satu tim yang organisasi permainannya bagus. Hampir bisa dipastikan pertandingan akan berlangsung ketat.

Apalagi, selama ini Bahrain mempunyai rekor kurang menguntungkan jika bertemu Indonesia. Pada Piala Asia 2007 lalu misalnya, timnas Merah Putih mampu mengalahkan tim asal Timur Tengah itu.

Namun, Peter Taylor tidak mempermasalahkan rekor pertemuan sebelumnya. Menurut dia, hasil sebelumnya tidak mempengaruhi pertandingan Pra Piala Dunia 2014 putaran ketiga.

Untuk menghadapi Bahrain, anak asuh Wim Rijsbergen memang mengalami banyak kendala. Selain datang lebih lambat karena masalah transportasi, Timnas Indonesia juga akan kehilangan dua pemian pilar.

Dua pemain pilar yang absen akibat terkena akumulasi kartu kuning adalah Zukifly Syukur dan M Ilham. Meski kehilangan dua pemain, Timnas Indonesia akan mendapatkan suntikan tenaga baru setelah bergabungnya Boaz Salossa, Ahmad Bustomi dan Ricardo Salampessy.

"Memang timnas mengalami kendala saat pulang dari Iran. Bahkan ada empat pemain nyaris tidak bisa ke Tanah Air bersamaan," kata kapten Timnas Indonesia Bambang Pamungkas. [mad]

  
  
KOMENTAR:
Nama
Email
Komentar