Jumat, 20 Juli 2018 | 02:10 WIB
Satlak Prima Kurangi Atlet SEA Games
Jumat, 2 Agustus 2013 | 03:45 WIB
- [ist]

Skalanews - Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) mengurangi jumlah atlet yang akan diturunkan pada SEA Games Myanmar 2013. Pengurangan ini untuk efisiensi dan pengetatan dana. 

Keputusan tersebut sekaligus menangkis isu pencoretan cabang olahraga yang sebelumnya muncul karena kekurangan dana pelatnas sebesar Rp60,3 miliar.

"Komponen atlet yang akan dikurangi, pelatih juga menyesuaikan. Hanya atlet yang diutamakan dan potensial kita pertahankan," kata Kepala Satlak Prima Surya Dharma di sela-sela pengukuhan kontingen Asian Youth Games 2013 di kantor Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Kamis (1/8).

Menurut Surya, dari dana yang tersisa Indonesia hanya mampu mengirim 858 kontingen, terdiri atas atlet, pelatih, serta manajer dari 39 disiplin olahraga.

"Secepatnya akan kita tuntaskan agar atlet yang sudah dipastikan tanding bisa benar-benar fokus. Saat ini baru 50 persen yang sudah sesuai perhitungan," ucapnya.

Selain itu, Satlak Prima juga hanya mengakomodasi 10 pelatih asing. Kriteria pelatih asing yang dipertahankan adalah yang melatih atlet prioritas. seperti tinju, catur, wushu, judo, angkat besi, dan tenis meja.

Satu permohonan pelatih asing terpaksa dicoret begitu juga satu pelatih asing tenis meja yang dipangkas serta diganti dengan pelatih karate. Sebab, karate juga dinilai potensial. Sedangkan permohonan 25 pelatih asing yang masih dalam daftar tunggu tidak diproses.

"Sisa pelatih asing yang diajukan beberapa cabang olahraga terpaksa tidak bisa kami setujui karena dana sangat terbatas," ujar Surya.

Semula, anggaran yang disediakan untuk pelatih asing sebesar Rp 10 miliar. Dengan adanya pengetatan, setidaknya bisa menghemat sekitar Rp 5 miliar dan ditambah dengan penghematan dari pengurangan atlet Rp 7 miliar.

"Bila ditotal penghematan dari pengurangan atlet dan pelatih, sudah menghemat Rp 12 miliar sehingga kekurangan dana pelatnas tinggal Rp 48,3 miliar," pungkas Surya.* (day)


  
  
Berita Terkait:
KOMENTAR:
Nama
Email
Komentar