Jumat, 22 November 2019 | 10:14 WIB
Investor kembali aktif masuk ke pasar mata uang dalam negeri, sehingga rupiah menguat terhadap dolar AS
Rupiah Terangkat 120 Poin
Selasa, 27 September 2011 | 17:26 WIB
-
Skalanews - Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika dalam sesi perdagangan antarbank, Selasa (27/9) sore, mengalami penguatan sebesar 120 poin.

Dalam sesi perdagangan sebelumnya rupiah berada di level Rp9.050, menjelang penutupan pasar sore hari terdongkrak menjadi Rp8.930 per dolar AS.

Lana Soelistianingsih, analis pasar uang dari Samuel Sekuritas mengatakan, membaiknya sentimen pasar global terkait dengan harapan adanya solusi krisis di Uni Eropa membuat investor kembali aktif masuk ke pasar mata uang dalam negeri, sehingga rupiah menguat terhadap dolar AS setelah terkoreksi ke level 9.000.

Penguatan rupiah, katanya, mengikuti penguatan pada hampir semua mata uang Asia,  termasuk Indeks Haraga Saham gabungan (IHSG).

"Sentimen saat ini lebih cenderung ke eksternal, sentimen pasar global membaik. Diharapkan pertemuan pemimpin Uni Eropa akan memberikan solusi untuk mengatasi krisis utang di Uni Eropa," kata dia.

Lana menambahkan, sentimen pasar global yang membaik pada perdagangan hari ini merembet ke pasar Asia hari ini, termasuk rupiah.

Disaat yang sama, lanjut dia, pelaku pasar juga tengah menunggu hasil parlemen Yunani untuk disiplin anggaran berikutnya yang menjadi syarat pencairan dana talangan.

Namun, kata dia, naiknya pasar juga masih dibayangi aksi jual investor terutama terkait dengan likuiditas dolar AS yang semakin ketat dan kembali mencuatnya masalah fiskal di Yunani.

"Pasar keuangan masih diliputi oleh kekhawatiran bahwa ekonomi global akan masuk kembali ke dalam resesi, dimana dollar AS masih menjadi aset 'safe haven' pasar keuangan global," paparnya. (buj)