Rabu, 22 Mei 2019 | 13:47 WIB
Dominasi kapitalisasi pasar sudah tidak terlihat di BEI. Terakhir kali pada 2008, emiten yang mendominasi pasar modal adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang kapitalisasi pasarnya mencapai 10 persen dan bahkan sempat 20 persen.
Dua Tahun terakhir, Kapitalisasi Pasar Saham Emiten BEI Merata
Kamis, 29 September 2011 | 14:52 WIB
-
JAKARTA - Dalam dua tahun terkahir pasar saham emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan perkembangan yang signifikan, yakni mulai merata. Hal itu terlihat dari adanya 11 emiten yang memiliki kapitalisasi pasar di atas dua persen hingga September 2011.

Demikian disampaikan Direktur Utama BEI Ito Warsito di Jakarta, Kamis (29/9). Meningkatnya kapitalisasi pasar, lanjut dia, disebabkan pada kinerja emiten yang semakin membaik dan berbagai ekspansi yang dilakukan.

"Saat ini dominasi kapitalisasi pasar sudah tidak terlihat di BEI. Terakhir kali pada 2008, emiten yang mendominasi pasar modal adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang kapitalisasi pasarnya mencapai 10 persen dan bahkan sempat 20 persen," ujarnya.

Hal lainnya yang dapat dijadikan dasar majunya pasar modal Indonesia, menurut Ito adalah dari semakin banyaknya calon emiten perusahaan yang melakukan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering /IPO).

Hingga akhir Juli 2011, nilai kapitalisasi pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat sebesar Rp3.722 triliun atau mengalami pertumbuhan 14,63 persen jika dibanding dengan akhir Desember 2010 senilai Rp3.247 triliun.

Untuk rata-rata nilai transaksi harian saham periode Januari- Juli 2011 tercatat senilai Rp5,06 triliun atau naik 21,42 persen dibanding periode yang sama 2010 sebesar Rp4,17 triliun.

Sedangkan rata-rata frekuensi transaksi harian saham hingga akhir Juli 2011 mencapai 107.961 kali atau tumbuh 13,89 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar 94.794 kali transaksi.

Sementara rata-rata volume transaksi saham harian hingga akhir Juli 2011 mencapai 4,80 miliar saham atau mengalami penurunan 0,36 persen dibanding periode yang sama 2010 sebanyak 4,82 miliar saham. (mad)