Rabu, 23 Oktober 2019 | 02:54 WIB
Dari transaksi antarbank di Jakarta, nilai tukar mata uang rupiah turun sebesar 20 poin poin ke posisi Rp8.835 dibanding sebelumnya Rp8.815 per dolar AS.
Bursa Regional Melemah, Rupiah Pun Turun ke Posisi Rp8.835
Kamis, 20 Oktober 2011 | 13:40 WIB
-
JAKARTA - Melemahnya mayoritas bursa saham regional yang juga berbuntut pada bursa di Indonesia, tak pelak membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Kamis (20/10) pagi turun ke posisi Rp8.835.

Dari transaksi antarbank di Jakarta, nilai tukar mata uang rupiah turun sebesar 20 poin poin ke posisi Rp8.835 dibanding sebelumnya Rp8.815 per dolar AS. "Terkait pelemahan Wall Street dan pasar saham regional membebani rupiah," ungkap Pengamat pasar uang dari Bank Saudara, Rully Nova di Jakarta.

Mayoritas pergerakan pasar dalam negeri saat ini, menurut dia, masih akan dipengaruhi perkembangan berita dari Eropa. Karena memang, lanjut dia, para pelaku pasar masih menunggu hasil keputusan penganan krisis Eropa pada 23 Oktober 2011.

Namun, Rully mengingatkan, sentimen positif masih akan menyelimuti pasar dalam negeri. Salah satu penyebabnya adalah fundamental ekonomi dalam negeri yang diprediksi masih dapat tumbuh, walaupun perekonomian global diperkirakan berjalan lambat memberi keyakinan pelaku pasar untuk datang ke Indonesia sehingga menguatkan nilai tukar mata uang lokal.

"Ekonomi kita masih dapat tumbuh ke depan meski ekonomi global melambat, kondisi itu membuat investor yakin terhadap Indonesia dapat memberikan imbal hasil tinggi sehingga memperkuat nilai tukar," kata dia.

Apalagi, lanjut dia, ekspektasi peringkat Indonesia sebagai tempat layak investasi (investment grade) belum memudar isunya. "Kita masih punya kesempatan mendapatkan peringkat 'investment grade' pada 2012 nanti dikarenakan fundamental ekonomi dalam negeri yang masih stabil dengan kecenderungan naik." pungkas Rully. [mad]