Selasa, 22 Oktober 2019 | 08:42 WIB
Sekitar 90 persen sentimen berasal dari eksternal, minimnya sentimen memicu mata uang rupiah bergerak stagnan, investor masih wait and see.
Senin Pagi, Rupiah Stagnan di Posisi Rp8.855
Senin, 24 Oktober 2011 | 12:15 WIB
-
Skalanews - Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS belum bergerak harganya atau stagnan di posisi Rp8.855. Pangkalnya, karena minimnya sentimen positif dari bursa global.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS antarBank Jakarta pada Senin pagi belum bergerak harganya atau stagnan di posisi Rp8.855.

"Sekitar 90 persen sentimen berasal dari eksternal, minimnya sentimen memicu mata uang rupiah bergerak stagnan, investor masih wait and see," kata analis pasar uang dari Monex Investindo Futures, Johanes Ginting di Jakarta, Senin (24/10).

Para pelaku pasar, menurut dia, dalam posisi menunggu pemimpin Eropa untuk cepat mengambil langkah strategis dan agresif guna menanggulangi krisis di negara-negara kawasan Eropa. "Dengan penyelesaian krisis utang maka akan memicu kembali nilai tukar rupiah kembali menguat," ujar dia.

Apalagi, lanjut Johanes, Menteri keuangan zona Eropa dan International Monetary Fund (IMF) telah menyetujui pembayaran bantuan keuangan tahap berikutnya untuk Yunani.

Sedangkan desakan Perancis untuk menggunakan lebih banyak dana European Central Bank dalam menghadapi penentangan dari Jerman dan negara Eropa, tambah dia, membuat Paris nampak terisolasi menjelang pertemuan penting.

"Perselisihan antara dua negara terbesar Eropa ini telah memaksa diselenggarakannya pertemuan tambahan dan mengakibatkan kecemasan pada pasar keuangan global," ucapnya.

Sebelumnya, tambah dia, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy menginginkan menyusun rencana komprehensif dan ambisius meski diperlukan pertemuan tambahan paling lambat 26 Oktober setelah pertemuan 23 Oktober berlangsung.

Perancis dan Jerman dalam pernyataan gabungannya, ungkap Johanes, mengatakan bahwa pemimpin di Eropa akan mendiskusikan solusi global terhadap krisis pada Minggu, namun tidak ada keputusan yang akan diadopsi setidaknya hingga pertemuan kedua Rabu.

"Hasil pertemuan tidak akan menyelesaikan segalanya, namun merupakan kemajuan pada arah yang benar, jika tidak tentunya pasar akan merespon dengan sangat negatif," tandas dia. [mad]