Jumat, 24 Mei 2019 | 12:54 WIB
"Kondisi ekonomi global yang berubah sewaktu-waktu membuat bursa Indonesia sangat rentan terkena aksi profit taking (ambil untung)."
Aksi Ambil Untung Bayangi Saham Indonesia
Selasa, 25 Oktober 2011 | 12:53 WIB
-
Skalanews - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan pesat pada perdagngan awal pekan ini, yakni hingga 2,38 persen. Namun kenaikan fantastis tersebut dinilai belum stabil, karena bakal diwarnai aksi ambil untung.

Kondisi tersebut, tidak lain, karena kondisi global yang masih tidak menentu mengenai krisis di Amerika dan Eropa. "Kondisi ekonomi global yang berubah sewaktu-waktu membuat bursa Indonesia sangat rentan terkena aksi profit taking (ambil untung)," kata Senior Research HD Capital Yuganur Wijanarko di Jakarta, Selasa (25/10).

Pandangan berbeda disampaikan Research Analyst PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) Purwoko Sarono. Ia menilai investor masih menunggu beberapa data makro ekonomi cukup penting dari China dan Amerika Serikat, seperti data penjualan rumah, tingkat pengangguran, serta pengumuman PDB.

"Selain faktor eksternal, tampaknya investor juga akan mulai melakukan antisipasi beli menyambut pengumuman kinerja emiten kuartal III," ujarnya.

Karena itu, ia mengimbau agar investor untuk selektif melakukan aksi beli menjelang pertemuan para pemimpin Uni Eropa. Purwoko berani memprediksi indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat pada kisaran 'support-resistance' 3.680-3.730.

Dia merekomendasikan sejumlah saham seperti Mandiri, Bank Bukopin, Adaro Energy dan Mitra Adiperkasa. [mad]