Kamis, 23 Mei 2019 | 02:06 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS antarBank Jakarta pada Selasa sore melemah ke posisi Rp8.850 atau turun 15 poin dibanding hari sebelumnya Rp8.835.
Pagi Rupiah Dibuka Melemah, Sore Pun Ditutup Melemah
Selasa, 25 Oktober 2011 | 17:16 WIB
-
Skalanews - Rupiah kembali melemah. Setelah pada pembukaan Selasa (25/10) pagi rupiah sempat melemah, ternyata pada penutupan Selasa sore juga tetap melemah. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang diperdagangkan terhadap dolar AS melemah 15 poin.

Namun demikian pergerakkannya masih dalam kisaran terbatas. Sebab Bank Indonesia masih berjaga-jaga agar nilai tukar rupiah tetap dalam kondisi stabil.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS antarBank Jakarta pada Selasa sore melemah ke posisi Rp8.850 atau turun 15 poin dibanding hari sebelumnya Rp8.835.

"Rupiah bergerak melemah terhadap dolar AS hari ini, namun pergerakannya masih dalam kisaran terbatas dikarenakan pelaku pasar belum cukup aktif melakukan transaksi seiring perekonomian global yang belum stabil," beber analis pasar uang Monex Investindo Futures, Johanes Ginting di Jakarta.

Mengingat kondisi global yang kurang membaik, lanjut dia, BI akan tetap menjaga rupiah. "Perekonomian global masih dibayangi sentimen negatif yakni utang di kawasan negara-negara Eropa, namun harapan bahwa petinggi Uni Eropa membuat kemajuan dalam mengatasi krisis hutang meredam kekhawatiran investor," tutur dia.

Jika melihat kondisi global, ia memaparkan, konferensi petinggi Eropa akhir pekan lalu mengisyaratkan pemimpin di Eropa akan segera sepakat mengenai rekapitalisasi perbankan, ditambah kemajuan dari diskusi antara Perancis dan Jerman yang mendekati titik temu terkait pemanfaatan 'European Financial Stability Fund' (EFSF).

"Hal itu dianggap positif oleh pelaku pasar sehingga 'market' global bergerak positif," kata Johanes.

Sementara kabar dari sektor manufaktur Cina yang bertumbuh pada Oktober, dinilai dia juga dapat menjadi salah satu katalis positif bagi pasar investasi seiring 'rally' pada komoditas seperti tembaga dan minyak.

"Setiap data positif yang datang dari China cukup berpengaruh bagi global. Kondisi yang positif ini dapat memicu pelaku pasar kembali masuk ke 'emerging market' termasuk Indonesia sehingga dapat mengangkat nilai tukarnya," ujar dia.

Sedangkan kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa (25/10) tercatat mata uang rupiah menguat terhadap dolar AS menjadi Rp8.865 dibanding pada hari sebelumnya Rp8.883. [mad]