Rabu, 22 Mei 2019 | 13:51 WIB
Jika ada pelanggaran dan hal-hal yang merugikan investor, Bapepam LK akan memberikan sanksi.
20 Persen Emiten di BEI Laporan Keuangannya Perlu Dikoreksi
Senin, 31 Oktober 2011 | 20:45 WIB
-
Skalanews - Dari sekitar 432 emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 20-25 persen laporan keuangannya masih harus dikoreksi.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito di Jakarta, Senin (31/10) mengatakan, akan memberikan catatan-catatan secara tertulis kepada emiten dan meminta koreksi kembali.

Kalau dilihat ada pelanggaran dan hal-hal yang merugikan investor, katanya, maka Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) yang akan memberikan sanksi.

"Kita dari BEI hanya memberikan catatan-catatan secara tertulis kepada emiten dan meminta koreksi kembali," ujar Eddy.

Masalah ini, menurut dia, cukup fatal dan perlu diperhatikan sebab laporan keuangan emiten itu berhubungan dengan investor. "Ini perlu jadi perhatian khusus," ucap dia.

Terkait dengan hal ini, Eddy menyambut positif kedatangan Badan Akuntansi dunia Certified Practising Accountant (CPA) Australia ke Indonesia.

"Kami sebagai salah satu regulator menyambut baik sekali kedatangan CPA. Seperti diketahui CPA telah memiliki umur lebih dari 100 tahun," imbuhnya.

Eddy menilai, sejauh ini akuntan publik emiten asing sangat potensial dan akuntable. Namun, bukan berarti akuntan lokal tidak banyak yang bagus.

"Akuntan di Indonesia masih banyak yang bagus dan tidak sedikit emiten pasar modal yang menggunakan akuntan lokal. Bukan berarti kalau tidak memakai akuntan asing tidak bisa nomer satu atau dua. Tetapi standarisasinya sudah baik," ungkapnya.

Presiden CPA Australia, John Cahill mengatakan, praktik "Good Coorporate Governance" (GCG) sangat baik bagi lembaga publik maupun swasta untuk melaporkan keuangannya yang transparan dan dapat dipertanggung jawabkan dalam mendorong kepercayaan pemangku kepentingan, termasuk penanaman modal.

"Di sinilah salah satu peran strategis akuntan profesional dalam membuat laporan keuangan yang transparan dan akuntabel," tandasnya. (buj)