Sabtu, 16 November 2019 | 09:14 WIB
Indeks acuan S&P/ASX 200 turun 1,73 persen pada 20 menit pertama perdagangan, menyerah 73,2 poin menjadi 4.159,7.
Penurunan Dua persen Awali Pembukaan Saham Australia
Rabu, 2 November 2011 | 17:05 WIB
-
Skalanews - Lagi-lagi referendum Yunani terkait dana talangan yang dikucurkan Eropa menjadi dalang. Lihat saja, yang terjadi pada saham Australia.

Pada sesi pembukaan Rabu (2/11), seperti dikutip dari AFP, saham-saham di negeri Kangguru tersebut mengalami penurunan sekitar dua persen. Yang menyemangati itu semua adalah adanya spekulasi bahwa para pemilih Yunani akan menolak rencana bailout Uni Eropa terbaru yang diperlihatkan penurunan tajam di Wall Street.

Indeks acuan S&P/ASX 200 turun 1,73 persen pada 20 menit pertama perdagangan, menyerah 73,2 poin menjadi 4.159,7, setelah Perdana Menteri Yunani George Papandreou mengusulkan menempatkan rencana bailout Uni Eropa ke pemungutan suara nasional (referendum).

Ketakutan bahwa itu akan ditolak warga Yunanni, seakan terbukti di pasar dunia, yakni dengan menyusutnya saham-saham bank dunia karena meningkatnya kecemasan tentang krisis zona euro.

"Berita dari referendum (Yunani) telah melakukan banyak kerusakan terhadap kepercayaan, sehingga suku bunga 10-tahun utang Italia dan Prancis menyentuh rekor era euro di atas utang Jerman," kata analis IG Markets, Stan Shamu.

"Indeks keuangan dan sumber daya-berat kami dalam tekanan untuk hari ini," katanya lagi. Dolar Australia juga lebih rendah, diperdagangkan pada 103,08 sen AS dari 104,36 sen AS Selasa malam. [mad]