Selasa, 22 Oktober 2019 | 08:00 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah ke posisi Rp8.975 atau turun 40 poin dibanding hari sebelumnya Rp8.935.
Kuatnya Referendum Yunani Hingga Bikin Rupiah Kembali Melemah
Kamis, 3 November 2011 | 11:08 WIB
-
Skalanews - Kuatnya kekhawatiran terhadap referendum Yunani terkait dana talangan yang digelontorkan Eropa untuk menangani krisis utang di negara tersebut ternyata masih terasa. Sampai-sampai kembali membuat rupiah melemah.

Hal itu terlihat dari transaksi antarBank di Jakarta, Kamis (3/11), di mana nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah ke posisi Rp8.975 atau turun 40 poin dibanding hari sebelumnya Rp8.935.

"Mata uang Asia termasuk rupiah cenderung melemah pada perdagangan pagi ini, referandum di Yunani kembali mengkawatirkan pasar global," kata analis Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih di Jakarta.

Rencana referendum yang diusulkan PM Yunani George Papandreau, menurut dia, selain membingungkan juga mengkawatirkan apa yang terjadi di Yunani. Padahal, Uni Eropa (UE) sudah melakukan upaya 'all out' untuk membantu Yunani.

Namun, ia memprediksi, dukungan dari dalam negerinya sangat lemah sehingga kesekapatan yang dicapai ditingkat UE akan sulit melalui parlemen Yunani kecuali dengan referendum.

"UE telah sepakati untuk 'me-write down' utang Yunani sebesar 50 persen, dan meningkatkan dana stabilisasi menjadi satu triliun euro, Tetapi disaat yang sama memberikan tekanan fiskal yang disyaratkan semakin ketat kepada Yunani," tutur Lana.

Ketatnya anggaran Yunani tersebut, dinilai dia, telah membuat situasi dalam negerinya terus menerus dilanda demonstrasi massa. Referendum rencananya akan dilakukan pada tanggal empat atau lima Desember mendatang.

"Benang kusut Yunani ini kemungkinan akan menjadi pemicu krisis keuangan yang cukup besar di akhir tahun 2011 ini jika UE tidak dapat meyakinkan investor dengan memberikan dana talangan kepada perbankannya, dan Italia telah menjadi sorotan berikutnya," beber dia.

Lana menegaskan, meski begitu, indeks Dow Jones dan pasar Eropa ditutup naik pada perdagangan tadi malam. Kemungkinan pasar Asia akan terbawa positif, dengan kecenderungan rupiah menguat hari ini.

Ia mengungkapkan, beruntung pasar masih global masih merespon positif keputusan the Fed pada FOMC (Federal Open Market Committee) 1-2 Nopember kemarin untuk tetap mempertahankan suku bunga di 0-0,25 persen. [mad]