Rabu, 22 Mei 2019 | 13:49 WIB
Pemerintah menahan ekspansi Google melalui regulasi sebab dikhawatirkan akan menguasai pasar media di Tanah Air.
HIPMI : Investasi Google Terkendala Regulasi
Sabtu, 23 Juli 2011 | 14:40 WIB
Ketua HIPMI Erwin Aksa -
Jakarta - Niat Google.Inc untuk menanamkan investasinya di Indonesia belum terlaksana sampai saat ini, karena terhalang regulasi. Demikian diungkapkan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa, Sabtu (23/7).

"Mereka melihat Indonesia sebagai pasar yang sangat besar dan perkembangan industri telekomunikasi dan informasi disini sangat pesat. Hanya saja, Google tidak diberi kesempatan berinvestasi sebab terkendala regulasi yang dibuat pemerintah," kata Erwin, dalam siaran persnya.

Menurut Erwin, batalnya investasi google itu disampaikan dalam pertemuan dengan Chief Excecutive Officer (CEO) Eric Schmidt di Nusa Dua Bali di sela acara Regional Entrepreneurship Summit, yang diselenggarakan Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI).

Erwin mengungkapkan bahwa petinggi Google tersebut datang ke Indonesia untuk membagikan pengalaman pada  Regional Entrepreneurship Summit yang juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Rodham Clinton. Dia juga mengatakan bahwa sebelumnya pemerintah menahan ekspansi Google melalui regulasi sebab dikhawatirkan akan menguasai pasar media di Tanah Air.

Erwin mengatakan, pihaknya sebenarnya mengharapkan agar Google bisa berinvestasi di Indonesia dan tidak sekedar membuka kantor di Indonesia. "Tidak cuma buka kantor, sebaiknya mereka juga bisa berinvestasi lebih besar," katanya.

Alasannya, kata Erwin, selain akan menciptakan lapangan kerja, Google juga bisa menginspirasikan dan mengakomodasi mahasiswa cerdas dan kreatif yang banyak tersebar di perguruan tinggi di Indonesia.

Hipmi, aku Erwin, sangat prihatin banyak anak-anak muda dan mahasiswa berbakat Indonesia hijrah ke luar negeri sebab tidak terakomodasi di Indonesia.

Untuk itu, Indonesia perlu memiliki industri kreatif yang kuat dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi agar dapat menampung pemuda-pemudi berbakat itu. Erwin mengutarakan, saat ini sejumlah insinyur-insinyur penting di kantor pusat Google merupakan putra-putri Indonesia.

Sekedar diketahui, GEPI merupakan kelanjutan dari Global Entrepreneurship Program (GEP) yang dipimpin oleh Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat yang bertujuan mempromosikan dan mengembangkan entrepreneurship di seluruh dunia.

Di Indonesia dengan nama GEPI, gerakan ini  didirikan oleh perkumpulan non pemerintah yang dibentuk oleh 13 pengusaha ternama di Indonesia, yang memiliki komitmen mengembangkan perusahaan dan organisasi entrepreneurship Indonesia diantaranya Erwin Aksa. (zhank's)