Rabu, 20 November 2019 | 04:09 WIB
"Saya baru saja dari lokasi dan saya lihat progres proyek baik di hulu maupun hilir berjalan baik. Saya optimistis pengapalan pertama LNG bisa dilakukan pada 2014."
Pertamina Yakin Proyek Senoro Kelar 2014
Minggu, 21 Agustus 2011 | 15:00 WIB
Ilustrasi -
JAKARTA - Proyek pembangunan kilang gas alam cair Donggi-Senoro di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, diprediksi kelar pada 2014 mendatang. Demikian disampaikan Direktur Hulu Pertamina Muhammad Husen di Jakarta, Ahad (21/8).

Saat ini, ia menuturkan, pekerjaan proyek baik di hulu maupun hilir berjalan dengan baik.
"Saya baru saja dari lokasi dan saya lihat progres proyek baik di hulu maupun hilir berjalan baik. Saya optimistis pengapalan pertama LNG bisa dilakukan pada 2014," ujarnya.

Diakui Husen, pihanya masih terkendala soal pembebasan lahan, yakni di bagian hulu yang nantinya akan menjadi lokasi kegiatan eksplorasi dan produksi, yang belum selesai.

Sedangkan, pembebasan lahan di bagian hilir yang bakal menjadi lokasi kilang sudah selesai dilakukan. Setiap proyek, lanjut Husen, pasti menemui masalah dalam pembebasan lahan. "Namun, saya yakin tim yang bekerja di sana bisa menyelesaikannya," katanya.

Vice President Corporate Communications Mochamad Harun juga mengatakan hal yang sama. Proyek Senoro, papar dia, diperkirakan mulai berproduksi pada 2014 mendatang. "Sebagian produksi gas akan dimanfaatkan bagi kebutuhan dalam negeri yakni buat pembangkit dan pupuk," ujarnya.

Proyek pengembangan gas Senoro mencakup pengembangan gas di Blok Senoro-Toili yang dikelola oleh Join Operating Body (JOB) Pertamina-Medco dan area Matindok yang dioperasikan Pertamina.

Gas dari kedua lapangan tersebut kemudian diolah menjadi gas alam cair di Kilang Donggi-Senoro. Proyek Donggi-Senoro merupakan proyek pengembangan gas alam cair pertama di Indonesia yang menggunakan skema hilir.

Proyek Kilang LNG Senoro direncanakan berkapasitas dua juta ton per tahun. PT DSLNG, selaku operator kilang, sudah menandatangani perjanjian jual beli LNG dengan tiga pembeli selama 13 tahun sejak 2014.

Mereka adalah Chubu Electric Power Co Inc, Jepang dengan volume satu juta ton, Kyushu Electric Power Co Inc, Jepang 300.000 ton per tahun, dan Korea Gas Corporation (Kogas) 700.000 ton per tahun.

Saat ini, komposisi pemegang saham DSLNG adalah Sulawesi LNG Development Ltd 59,9 persen, PT Pertamina Hulu Energi 29 persen, dan PT Medco LNG Indonesia 11,1 persen. Sulawesi LNG Development Ltd merupakan perusahaan yang sahamnya dimiliki Mitsubishi Corporation 75 persen dan Kogas 25 persen. [mad]

  
  
Berita Terkait: