Minggu, 8 Desember 2019 | 07:35 WIB
Kerjasama ini akan memberikan kontribusi kepada komitmen Indonesia dalam rangka melindungi hutan dan keanekaragaman hayati serta mengurangi emisi gas rumah kaca
AS Sepakati Alihkan Utang US$28,5 Juta Guna Konservasi Indonesia
Kamis, 29 September 2011 | 21:26 WIB
-
Skalanews – Dalam rangka membantu upaya pelestarian hutan dan mitigasi perubahan iklim di Indonesia khususnya di wilayah Kalimantan. Pemerintah bersama pemerintah Amerika Serikat jalin kesepakatan dalam program debt-for-nature swaps (DNS) untuk Tropical Forest Conservation Act (TFCA) II, senilai USD28,5 juta atau setara Rp256.5 miliar (USD1=Rp9ribu)

Program DNS merupakan pembatalan utang luar negeri dengan cara menukarkannya dengan suatu komitmen dari negara pengutang (debitur) untuk memobilisasi sumber keuangan domestik untuk kegiatan konservasi

Demikian yang dikatakan Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan Darori diharapkan melalui program DNS ini bisa pembiayaan konservasi keanekaragaman hayati dan hutan tropis bisa berjalan dengan baik. Kesepakatan ini yang diatur dalam TFCA,  di mana AS dapat mengalihkan utang dari negara-negara yang memiliki hutan tropis untuk tujuan konservasi hutan.

"Kerjasama kedua negara melalui program TFCA II ini akan memberikan kontribusi kepada komitmen pemerintah Indonesia dalam rangka melindungi hutan dan keanekaragaman hayati serta mengurangi emisi gas rumah kaca," kata Darori, usai melakukan menadatangani MoU debt-for-nature swap, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (29/9).

Dia menjelaskan, kesepakatan ini akan melahirkan model-model konservasi hutan tropis dan mitigasi perubahan iklim untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang pada saat ini difokuskan terlebih dahulu di tiga kabupaten.  Di antaranya Kabupaten Berau dan Kutai Barat di Kalimantan Timur, dan Kabupaten Kapuas Hulu di Kalimantan Barat.

Hal yang sama dijelaskan, Acting Director TNC Forest Program Indonesia, Ade Soekadis menambahkan, program tersebut juga mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Berau dalam kerangka program karbon hutan Bereau.

"TFCA II diharapkan dapat mendukung program pembangunan rendah emisi tersebut sehingga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat di Bereau, serta berkontribusi terhadap pencapaian target pengurangan emisi karbon hingga 41 persen," ujarnya. (wahyu SK/bus)


  
  
Berita Terkait: