Kamis, 21 Februari 2019 | 06:47 WIB
Di Jateng Transaksi Nontunai Meningkat
Senin, 8 Desember 2014 | 16:28 WIB
ilustrasi - [ist]

Skalanews - Transaksi nontunai di Jawa Tengah (Jateng) mulai meningkat terlihat dari menurunnya jumlah warkat sebesar 3,2 persen pada tahun ini. Demikian dikatakan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kantor Wilayah V Jateng-DIY Marlison Hakim.

"Data penurunan tersebut menunjukkan mulai banyak masyarakat yang beralih dari kliring ke elektronik," ujarnya di Semarang, Senin (8/12).

Beberapa hal lain yang terlihat yaitu mulai banyaknya outlet di Semarang yang menggunakan transaksi nontunai. Beberapa di antaranya juga terlihat di sektor publik salah satunya pembayaran tarif tol.

"Ke depan kami juga akan menerapkan di SPBU dan lebih banyak minimarket, sekarang sudah ada beberapa minimarket yang menerapkan ini," katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan mengedukasi siswa sekolah untuk menggunakan transaksi nontunai. Saat ini sudah banyak siswa sekolah di Yogyakarta yang menggunakan transaksi ini untuk membeli buku di Gramedia dan membayar tarif Transjogja.

"Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan sosialisasi kepada siswa-siswi di sejumlah sekolah di Semarang, harapannya budaya yang sudah diterapkan di Jogja bisa diterapkan di Semarang dan sejumlah kota besar lain di Jateng," katanya.

Bahkan, mulai tahun depan pihaknya akan menerapkan gerakan transaksi nontunai di dua perguruan tinggi di Semarang yaitu Universitas Diponegoro dan Universitas Islam Sultan Agung.

Sementara itu, pihaknya juga berharap Pemerintah Daerah juga menerapkan transaksi nontunai melalui elektronik budgetting untuk penggunaan anggaran di masing-masing daerah. Salah satunya daerah yang sudah menerapkan yaitu Kabupaten Kendal, diharapkan seluruh kabupaten dan kota di Jateng bisa ikut menerapkan gerakan tersebut.

"Pada dasarnya dengan menerapkan transaksi nontunai maka aspek transparansi dan keamanan akan tercapai. Oleh karena itu, transaksi ini penting diterapkan terutama dari sisi penerimaan," katanya.

Marlison mengatakan, mengenai target dari gerakan transaksi nontunai ini, Bank Indonesia masih sebatas memberikan edukasi sehingga tidak ada target khusus.

"Harapan kami adalah semakin banyak masyarakat yang menggunakan transaksi nontunai dalam kehidupan sehari-hari. Untuk saat ini bank yang sudah melayani transaksi nontunai baru sebagian di antaranya BCA, Mandiri, BNI, dan BRI, ke depan kami berharap jumlah bank yang memfasilitasi transaksi ini akan lebih banyak lagi," katanya. (ant/bus)