Selasa, 22 Oktober 2019 | 08:38 WIB
Selama periode Januari-April 2011, BI mencatat telah terjadi sebanyak 5.987 transaksi pembobolan dana melalui pembayaran kartu dengan total nilai kerugian mencapai Rp12 miliar.
Pembobolan Dana Melalui Pembayaran Kartu Capai Rp 12 Miliar
Rabu, 8 Juni 2011 | 13:41 WIB
foto.skalanews -
Jakarta –Bank Indonesia (BI) mengungkapkan kasus fraud atau pembobolan dana melalui alat pembayaran dengan menggunakan kartu (APMK) mengalami peningkatan. Tak tanggung-tanggung, lembaga otoritas moneter itu mencatat selama periode Januari-April 2011 telah terjadi sebanyak 5.987 transaksi pembobolan dana dengan total nilai kerugian mencapai Rp 12 miliar.

Seperti yang tertuang dalam Kebijakan dan Pengaturan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK), Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran yang disampaikan dalam Seminar Perlindungan Nasabah di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta pada Rabu (8/6).

Bahwa berdasarkan data Perkembangan Transaksi Sistem Pembayaran BI pada edisi Juni 2011 ini terungkap, kasus pembobolan melalui APMK tercatat pada Januari 2011 ada transaksi senilai Rp 2,54 miliar dan pada Februari 2011 sebanyak Rp 2,99 miliar.
Sedangkan pada bulan-bulan berikutnya mengalami peningkatan, tercatat pada Maret 2011 senilai Rp 3,11 miliar serta pada April 2011 senilai Rp 3,42 miliar. 

Sehingga total jumlah kasus pembobolan dana hingga April 2011 ini mencapai 5.987 kasus dengan nilai kerugian mencapai Rp 12 miliar.

Meski demikian, data BI tersebut menunjukan adanya kecenderungan nilai pembobolan dana mengalami tren kenaikan sejak awal tahun ini, sebesar 21,87 persen jika dibandingkan dengan kasus pembobolan melalui APMK selama 2010 yang hanya mencapai Rp55,25 miliar dengan volume mencapai 18.122 kasus. Sedangkan pada 2009 tercatat sebesar Rp 44,99 miliar dengan volume mencapai 110.653.

Dalam penjelasannya, APMK merupakan alat pembayaran non tunai dengan menggunakan kartu atau yang jenisnya, antara lain berupa Kartu Kredit, Kartu ATM dan Debet, Kartu Uang Elektronik alias E-Money.

Bank sentral itu pun mencatat modus pembobolan dana melalui kartu pembayaran ini beragam, diantaranya ada dengan pencurian dan pemalsuan identitas ketika pembuatan kartu kredit atau ATM.

Dari modus itu, BI mengungkapkan aksi pembobolan dana dengan cara pencurian identitas tercatat sebanyak 1.204 kasus dengan kerugian Rp 5,963 miliar. Sedangkan pembobolan kartu kredit dengan cara pemalsuan kartu yang mencapai 545 kasus dengan kerugian Rp 2,53 miliar.

Sementara untuk pembobolan dana melalui kartu ATM/Debet, BI juga mengungkapkan terdapat 3.246 kasus dengan kerugian sebanyak Rp 294 juta. Paling banyak kasus fraud kartu ATM/Debet karena hilang dan atau dicuri mencapai 3.005 kasus dengan kerugian Rp 62 juta.

Hingga, April 2011 ini BI mencatat jumlah kartu ATM/Debet yang beredar sebanyak 56,33 juta kartu dengan total nilai transaksinya mencapai Rp 751,9 triliun untuk 679,52 juta transaksi. Sementara, untuk total transaksi yang mengunakan kartu kredit mencapai 67,49 juta kali dengan nilai Rp57,07 triliun. (bus)