Selasa, 11 Desember 2018 | 03:44 WIB
"Keluhan mengakses KUR masih terdengar dan masuk, kami prihatin bahwa ada UMKM yang ditanya jaminan atau agunan untuk mendapatkan KUR."
Menteri KUKM Kritik Perbankan yang Masih Minta Jaminan KUR
Kamis, 21 Juli 2011 | 03:07 WIB
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Sjarifudin Hasan -
BANDUNG - Sejumlah bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) ternyata masih meminta jaminan kepada para pelaku UMKM terkait kredit program pemerintah itu. Demikian laporan yang diterima Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Sjarifudin Hasan.

"Keluhan mengakses KUR masih terdengar dan masuk, kami prihatin bahwa ada UMKM yang ditanya jaminan atau agunan untuk mendapatkan KUR," kata Menteri KUKM Sjarifudin Hasan di sela-sela pembukaan Cooperative Fair dan Halal Fair 2011 di Lapangan Gasibu Kota Bandung, Rabu (20/7).

Mengenai hal itu, pihaknya, lanjut dia, tidak henti-hentinya meyakinkan perbankan akan kondisi dan kemampuan UMKM di Indonesia yang memiliki kemampuan untuk mengembalikan kreditnya. Sebab untuk memperluas dan meningkatkan volume usahanya bagi sebagian besar UMKM pembiayaan sangat diperlukan.

"Kami berharap ada ke depan KUR semakin mudah diakses oleh pelaku UMKM, jangan ragukan kemampuan UMKM untuk mengembalikan kewajibannya," kata mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat ini.

Aktivitas dan lahan usaha mereka, menurut Hasan, merupakan 'jaminan' bagi pembiayaan yang mereka terima. Karena itu ia berharap tidak ada lagi perbedaan persepsi antara misi KUR dengan implementasinya di lapangan di kemudian hari.

"KUR jelas merupakan salah satu yang bisa mendorong pertumbuhan usaha kecil menengah," tandas Sjarifudin Hasan. [mad]