Rabu, 22 Mei 2019 | 13:49 WIB
Berdasarkan data per Juni 2011 lalu tercatat industri perbankan nasional telah menyalurkan kredit UMKM hingga Rp 42,3 triliun.
BI Targetkan Kredit Untuk UMKM Rp 106,6 Triliun
Rabu, 3 Agustus 2011 | 23:32 WIB
-
Jakarta – Bank Indonesia menargetkan penyaluran kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bagi perbankan nasional sebesar Rp 106,6 triliun pada tahun ini.

Berdasarkan data per Juni 2011 lalu tercatat industri perbankan nasional baru menyalurkan kredit UMKM mencapai Rp 42,3 triliun.

Demikian siaran pers yang dikutip dari Bank Indonesia (BI), Rabu (3/8/2011) menyatakan kucuran kredit untuk UMKM yang dilakukan oleh bank BUMN sebesar Rp 29,3 triliun disusul bank swasta nasional Rp 11,9 triliun. Sementara untuk bank campuran sebesar Rp 266,7 miliar dan bank asing sebesar Rp 448,1 miliar.

Sedangkan khusus untuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR) telah menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp 1,39 triliun. Adapun jenis yang paling banyak disalurkan yakni kredit UMKM bidang konstruksi eceran dan disusul industri pengolahan.

Seperti yang dikatakan, Deputi Gubernur BI Muliaman D. Hadad bahwa pertumbuhan kredit perbankan hingga Juli 2011 year on year (yoy) mencapai 23,5 persen. BI tetap optimistis kredit perbankan masih tumbuh sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB) di 2011 pada 22-24 persen.

"Bulan Juli 2011 ini kredit masih berada 23,5 persen, belum ada perkembangan yang siginifikan. Tetapi masih tetap sejalan dengan RBB," kata Muliaman.

Tingginya pertumbuhan kredit ini, diakui Muliaman karena ditopang oleh tingginya kredit investasi. Selain kredit investasi ini didukung juga oleh Kredit Modal Kerja (KMK) dan konsumsi termasuk motor dan mobil yang cukup tinggi.
 
Namun, Muliaman menegaskan terkait kebijakan loan to value dengan meningkatkan down payment alias DP di sektor kendaraan bermotor dirinya mengatakan belum akan diterapkan kebijakan tersebut.

"Saat ini pertumbuhannya masih dianggap wajar jadi kebijakan ini belum akan diterapkan dalam waktu dekat," jelasnya. (bus)