Rabu, 22 Mei 2019 | 14:26 WIB
BI mengubah cara melakukan intervensi. Kalau sebelumnya kita banyak intervensi di pasar valas, maka mulai kemarin kita seimbang melakukan intervensi. Baik di pasar valas maupun pasar SUN
Jaga Rupiah, BI Intervensi Valas dan SUN
Jumat, 23 September 2011 | 17:58 WIB
Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution [foto-istw] -
Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan terus menjaga nilai tukar rupiah dengan cara mengintervensi pasar valuta asing (valas) dan Surat Utang Negara (SUN). Kemampuannya ini didukung dengan cadangan devisa masih lebih dari cukup untuk mengendalikan nilai tukar rupiah tersebut.

Demikian yang dikatakan  Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution  kepada wartawan di Jakarta pada Jumat (23/9) bahwa intervensi ini cukup efektif menahan nilai gejolak pasar yang terus menerus terjadi memaksa Bank Indonesia mengubah cara intervensinya

"Mulai kemarin kita mengubah cara melakukan intervensi. Kalau sebelumnya kita banyak intervensi di pasar valas, maka mulai kemarin kita seimbang melakukan intervensi. Baik di pasar valas maupun pasar SUN," jelasnya

Darmin menambahkan upaya yang dilakukan itu terbukti ampuh untuk menenangkan pasar yang terlihat dengan menguatnya nilai tukar rupiah pada Kamis (22/9) kemarin menjadi Rp8.760 per dolar. Setelah sebelumnya sempat melemah di posisi Rp8.860 per dolar AS. Namun, pada hari ini rupiah kembali menguat dan dibuka pada posisi Rp8.670 per dolar AS.

“Intervensi ini cukup efektif buktinya sekarang pasar mulai likuid lagi, gejolaknya tidak sebesar kemarin,” tegasnya

Diakuinya dengan intervensi ke pasar valas dan pasar SUN, situasinya terlihat jauh lebih tenang meski tekanan global masih ada namun tidak sekuat pada 3 - 4 hari lalu.

Oleh sebab itu pada Jumat ini pun, BI membuka kesempatan kembali bagi investor yang mau jual SUN. "Berapa pun orang mau jual sebenarnya kalau harganya masuk akal, jangan mengada-ada, ya pasti BI akan beli,” tantang mantan Dirjen Pajak ini

Akibat pelemahan nilai tukar kemarin ini menyebabkan posisi cadangan devisa RI turun sekitar US$ 2 miliar lebih. Sementara posisi cadangan devisa pada akhir Agustus sebesar US$124,6 miliar menjadi sekitar US$122 miliar. (bus)