Selasa, 23 April 2019 | 13:14 WIB
Menurut Rusman, deflasi pada bulan September sebesar 0,09 persen, yang disumbang oleh daging ayam ras 0,01 persen, telur ayam ras 0,04 persen.
Inflasi September Turun Jadi 0,27 persen
Senin, 3 Oktober 2011 | 14:14 WIB
Harga beras masih relatif stabil (Skalanews/Eddy Tarigan) -
Skalanews - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi pada September mengalami penurunan ke 0,27 persen dari bulan Agustus yang mencapai 0,93 persen. Sedangkan laju inflasi selama satu tahun dari September 2010 hingga September 2011 adalah 4,61 persen.

Kepala BPS Rusman Heriawan menjelaskan, penyumbang inflasi bulan September ini terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok makanan, minuman, rokok dan tembakau. Selain itu emas perhiasan juga masih sebagai penyumbang inflasi.

"Inflasi bulan ini cukup rendah dibanding bulan lalu yang mencapai 0,93 persen. Kali ini inflasi bisa mencapai 0,27 persen, dan ini disumbang oleh rokok dan komoditas lainnya," kata Rusman dalam keterangan pers, di kantornya, Jalan Sutomo, Jakarta, Senin (3/10).

Dia mengatakan, harga beras masih dalam taraf stabil, sementara kelompok makanan jadi yang mengalami kenaikan seperti minuman, rokok, dan tembakau naik menjadi 0,8 persen, dan kelompok perumahan yang terdiri dari air, listrik, gas, serta bahan bakar mencapai 0,06 persen. Untuk kelompok sandang 0,06 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, serta olah raga menyumbang inflasi 0,04 persen. Dan kelompok transportasi, komunikasi, serta jasa keuangan menymbang sebesar 0,01 persen.

Menurut Rusman, deflasi pada bulan September sebesar 0,09 persen, yang disumbang oleh daging ayam ras 0,01 persen, telur ayam ras 0,04 persen. Sedangkan ikan segar, bawang merah, bwang putih, masing-masing 0,02 persen, serta bayam dan tomat sayur masing-masing 0,01 persen.

"Kami harapkan bulan November masih aman, Oktober ini mudah-mudahan juga aman. Tentunya secara keseluruhan. Yang penting paling tidak kondisi ekonomi kita dalam negeri cukup baik," ujarnya.[Wahyu Sabda Kuncahyo/Pay]