Selasa, 23 April 2019 | 13:34 WIB
Biasanya dampak krisis pada pertumbuhan kredit bank perlu waktu sampai minimal enam bulan sampai satu tahun, baru kelihatan. Jadi ke depan, saya optimis kredit masih tumbuh sekitar 23-24 persen
BI Optimis Pertumbuhan Kredit Bisa Capai 24 Persen Tahun Depan
Selasa, 18 Oktober 2011 | 15:41 WIB
Deputi Gubernur BI, Halim Alamsyah [foto-republika] -
Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah mengatakan, perlambatan ekonomi yang terjadi di Eropa dan Amerika Serikat akan terasa pada sektor kredit perbankan dalam waktu enam bulan sampai satu tahun ke depan.

"Biasanya kalau krisis itu, pertumbuhan kredit bank perlu waktu sampai minimal enam bulan sampai satu tahun, baru kelihatan. Kalau sekarang belum, tapi saya kira kalau lihat kondisi perbankan kita, nampaknya dampak dari krisis global itu tidak terlalu besar. Jadi ke depan kredit masih tumbuh sekitar 23-24 persen," jelas Halim, di Jakarta, Selasa (18/10).

Halim menegaskan  dampak perlambatan ekonomi ini, akan terasa jika perbankan nasional memiliki porsi kredit valas yang besar. Namun, perbankan nasional hanya memiliki kredit valas sekira 20-25 persen saja dari total penyaluran kreditnya.

"Itu (penurunan pertumbuhan kredit) nanti akan kelihatan bagi eksportir yang berdagangnya ke Eropa tetapi sampai saat ini saya belum lihat. Ini karena saat ini diversifikasi produk-produk ekspor kita merata, Eropa tidak lagi satu-satunya pasar," kata Halim beralasan.

Halim melanjutkan, penurunan angka pertumbuhan kredit akan terasa jika China sudah terkena dampak dari perlambatan ekonomi global tersebut.

"Skenario terburuk, ekonomi China hanya akan tumbuh sekitar 0,5 persen, tapi saya rasa pemerintah China tidak akan tinggal diam karena buat China turun di bawah delapan persen sudah merupakan perlambatan yang serius. Makanya, ekonomi kita jangan hanya tergantung ekspor, tetapi juga permintaan domestik," ujarnya. (wahyu sk/bus)