Kamis, 20 Februari 2020 | 09:43 WIB
"Transaksi itu naik 21,3 persen dari periode yang sama 2010 sebesar 77,9 miliar dolar (Rp689,80 triliun)."
Volume Perdagangan Bank Mandiri Capai Rp836,79 Triliun
Jumat, 21 Oktober 2011 | 23:47 WIB
Logo Bank Mandiri -
Skalanews - Volume transaksi perdangangan PT Bank Mandiri Tbk., hingga September 2011 mengalami kenaikan sebesar 94,5 miliar dolar AS (Rp836,79 triliun). "Transaksi itu naik 21,3 persen dari periode yang sama 2010 sebesar 77,9 miliar dolar (Rp689,80 triliun)," kata Direktur Commercial & Business Banking PT Bank Mandiri (BMRI), Sunarso di Jakarta, Jumat (21/10).

Salah satu transaksi yang mendongkrak volume perdagangan itu adalah transaksi ekspor tumbuh sebesar 14,2 persen dari sebelumnya 43,7 miliar dolar (sekitar Rp386,96 triliun) menjadi 50 miliar solar (Rp442,75 triliun).

"Transaksi ekspor memberikan kontribusi sebesar 52,9 persen dari total volume perdagangan dan lebih dari 95 persen transaksi tersebut merupakan transaksi ekspor non-LC," ujarnya.

Untuk transaksi impor, menurut dia, pertumbuhan sebesar 31,2 persen dari sebelumnya 30,3 miliar dolar (sekitar Rp268,30 triliun) menjadi 39,8 miliar dolar AS (sekitar Rp352,42 triliun). Kontribusi dari transaksi impor tersebut sekitar 42 persen dari total volume perdagangan atau lebih dari 93 persen transaksi itu merupakan transaksi impor non-LC.

Volume pertumbuhan yang cepat terjadi pada pembiayaan transaksi perdagangan domestik dengan skema 'Supply Chain' dan 'Invoice Financing' yang diluncurkan akhir 2010 lalu, yang mencapai 81 juta dolar atau sekitar Rp717,25 miliar pada akhir September 2011.

"Perseroan berkomitmen untuk terus mengembangkan bisnis pembiayaan untuk sektor perdagangan (trade financing) baik perdagangan internasional, maupun perdagangan domestik," tuturnya.

Guna lebih mengembangkan bisnis tersebut, lanjut dia, pihak bekerja sama dengan Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI) dalam mengasuransikan pembiayaan transaksi ekspor non-LC dan perdagangan domestik yang dilakukan Bank Mandiri.

Dengan menggandeng ASEI sebagai BUMN yang bergerak di bidang usaha asuransi ekspor dan umum, dinilainya, akan dapat memberikan pertanggungan kepada Bank Mandiri, baik terhadap risiko komersial maupun risiko politik, atas pengambilalihan tagihan nasabah eksportir Bank Mandiri.

"Kerja sama ini juga merupakan strategi bisnis Bank Mandiri dalam mengelola dan menimalisir risiko dalam pembiayaan ekspor non-LC dan perdagangan domestik," tandas Sunarso. [mad]