Selasa, 22 Oktober 2019 | 07:59 WIB
"Sesuai RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) Pertamina investasi akan diarahkan untuk sektor hulu."
Pelunasan Utang TPPI Bakal Digunakan Pertamina untuk Ekspansi
Jumat, 9 September 2011 | 15:30 WIB
Kantor Pusat Pertamina -
JAKARTA - Dana sebesar 300 juta dolar AS dari hasil pembayaran utang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) diharapkan dapat dimaksimalkan penggunannya oleh PT Pertamina (Persero) untuk menambah modal kerja perseroan.

"Sesuai RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) Pertamina investasi akan diarahkan untuk sektor hulu," kata Deputi Menteri BUMN Bidang Industri Strategis dan Manufaktir Irnanda Laksanawan, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (9/9).

Harapannya, kata dia, pelunasan utang TPPI dibayarkan sekaligus sebelum 2011 berakhir. Apalagi pada hari ini TPPI telah menandatangani draft Master of Restructuring Agreement (MRA) penyelesaian utang kepada sejumlah kreditur.

Total utang perusahaan milik taipan Honggo Wendratmo ini kepada Pertamina mencapai total 548 juta dolar AS, namun dibayar tunai sebesar 300 juta dolar AS dan sisanya sekitar 248 juta dolar AS dibayar kemudian dalam jangka waktu 10 tahun.

Dengan pelunasan tersebut, tutur Irnanda, maka Pertamina memiliki tambahan dana untuk keperluan ekspansi bisnisnya. "Eksplorasi sektor hulu akan menjadi prioritas, karena terbukti sektor ini memberi keuntungan yang sangat besar kepada perseroan," katanya.

"Pertamina masih terus membutuhkan dana untuk hulu, seperti perbaikan kilang-kilang migas, dan pada distribusi seperti penambahan kapal angkutan migas, serta lini pengolahan," katanya lagi.

Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham juga terus mendorong Pertamina ekspansi akuisisi blok migas di luar negeri. "Silahkan akuisisi ladang migas, seperti mengembangkan blok di Anglola. Tetapi yang penting adalah fokus," ujarnya.

Seluruh ekspansi usaha tersebut dapat dialokasikan melalui anak usaha Pertamina. "Penting mengembangkan anak perusahaan, karena 80 persen keuntungan Pertamina dihasilkan dari anak usaha," bebernya.

Tidak hanya kepada Pertamina, TPPI juga memiliki utang kepada PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebesar Rp3,26 triliun, BP Migas Rp1,66 triliun, termasuk kepada dua kreditur asing yaitu Agro Capital BV dan Agro Global Holdings BV. [mad]