Rabu, 26 Februari 2020 | 20:27 WIB
Produksi Padi Petani SLPTT Nonhibrida Meningkat
Jumat, 12 September 2014 | 11:13 WIB
Ilustrasi -

Skalanews - Produksi padi petani Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) non hibrida di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kini terus meningkat, dari sebelumnya enam ton per hektare menjadi delapan ton per hektare.

"Produksi padi petani SLPTT ini terus semakin meningkat," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Langkat Yusfik Helmi, di Stabat, Jumat (12/9).

Yusfik menjelaskan bila sebelumnya hasil produksi padi SLPTT non hibrida ini di Timbang Lawan Bahorok enam ton per hektarenya kini naik menjadi delapan ton per hektarenya, seperti yang dilakukan kelompok tani Pulo Pisang.

Dengan produksi yang meningkat tentu akan memberikan nilai tambah buat para petani yang tergabung dalam kelompok tani dengan luas areal pertanaman mencapai 25 hektare ini.

Bila dihitung dengan apa yang ada sekarang maka kelompok ini sekali panen bisa menghasilkan 200 ton Gabah Kering Panen (GKP), dengan harga jual per kilogramnya mencapai Rp 4.200 per kilogram.

Jelas ini memberikan harapan terhadap ketahanan pangan di Langkat, sekaligus swasembada beras tetap dapat dipertahankan, dan diharapkan dapat meningkat lagi diwaktu mendatang.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian itu menambahkan bahwa petani padi di daerah itu, sekarang ini sudah bisa panen tiga kali dalam setahun, dengan sistim legowo.

"Ini memberikan dampak positif ditengah kondisi cuaca yang tidak menentu sekarang ini, seperti yang dialami petani dibeberapa kecamatan lainnya," ujarnya.

Ketika ditanyakan berapa banyak kelompok petani yang sama Yusfik menjelaskan ada 480 kelompok SLPTT yang menjadi perhatian.

Di mana 400 kelompok petani padi non hibrida, 40 kelompok petani padi pengembangan non hibrida dan 40 kelompok lagi merupakan pengembangan padi hibrida.

"Kita berharap nantinya semakin banyak lagi kelompok yang bisa dibina dan memamfaatkan program SLPTT ini, sehingga dari waktu ke waktu produksi akan terus semakin meningkat sehingga ketahanan pangan di Langkat akan tetap terjaga," sambungnya. [mad/ant]