Sabtu, 24 Agustus 2019 | 19:06 WIB
Produksi Kedelai NTB Bakal Turun 4.382 Ton
Selasa, 4 November 2014 | 01:01 WIB
Kedelai -

Skalanews - Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkirakan produksi kedelai di daerah itu pada 2014 mencapai 86.683 ton, turun sebanyak 4.382 ton dibandingkan tahun sebelumnya karena berkurangnya luas lahan panen.

"Dalam penghitungan angka ramalan (Aram) II/2014, produksi kedelai diperkirakan menurun sebesar 4,81 persen dari produksi tahun sebelumnya yang mencapai 91.065 ton," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat (NTB) Wahyudin, di Mataram, Senin (4/11).

Dia menyebutkan, luas lahan panen kedelai pada 2014 diperkirakan mencapai 69.079 hektare (ha), berkurang 20,49 persen dibandingkan tahun sebelumnya seluas 86.882 ha.

Lahan tanam kedelai tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, termasuk Kota Mataram, namun sebagian besar komoditas untuk bahan baku tahu dan tempe itu dihasilkan petani di Pulau Sumbawa.

Wahyudin mengatakan, penurunan produksi kedelai kemungkinan juga disebabkan adanya peningkatan penggunaan lahan untuk menanam jagung pada musim kemarau, baik di wilayah Pulau Lombok, maupun Pulau Sumbawa.

Sementara itu luas panen jagung pada 2014 diperkirakan mencapai 127.024 ha, atau bertambah dari tahun sebelumnya seluas 110.273 ha.

Bertambahnya luas lahan tanam tersebut menyebabkan produksi jagung juga mengalami kenaikan, yakni dari 633.773 ton pipilan kering pada 2013, naik menjadi 775.436 ton pipilan kering pada 2014.

"Kami memperkirakan peningkatan produksi jagung pada 2014 sebesar 22,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya," kata Wahyudin menyebutkan.

Selain kedelai, kata dia, komoditas palawija lainnya yang diperkirakan mengalami penurunan produksi pada 2014 adalah kacang tanah dari 41.889 ton biji kering pada 2013 turun menjadi 36.237 ton biji kering.

Menurunnya produksi kacang tanah disebabkan berkurangnya luas panen dari 30.772 ha pada 2013, berkurang menjadi 26.870 ha pada 2014.

Wahyudin menambahkan, kacang hijau juga mengalami penurunan produksi pada 2014, yakni hanya 18.351 ton, turun sebesar 16,88 persen dibandingkan produksi tahun sebelumnya yang mencapai 22.079 ton

"Penurunan produksi kacang hijau juga disebabkan karena berkurangnya luas lahan tanam pada tahun ini," katanya. [mad/ant]