Selasa, 21 Mei 2019 | 08:30 WIB
Inflasi sampai dengan akhir Agustus ini bisa mencapai 1 % lebih.
Distribusi Macet, Inflasi Agustus Tinggi
Kamis, 4 Agustus 2011 | 16:16 WIB
Macet di pelabuhan membuat distribusi terhambat (foto-kompas) -
Jakarta - Meningkatnya permintaan barang konsumsi pada saat bulan suci Ramadhan harus segera diantisipasi dengan persediaan yang cukup. Guna mencukupi persediaan tersebut pemerintah harus dapat memastikan pendistribusiannya berjalan lancar.

Pengamat Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Toni Prasetiantono mengatakan, salah satu permasalahan yang belum dapat diselesaikan pemerintah sampai saat ini adalah pendistribusian barang selama puasa dan lebaran.

"Problem klasik kita, ini PR yang selalu muncul, tapi pemerintah belum sukses mengatasinya. Sehingga dapat memicu Inflasi," ujar Toni ketika dihubungi wartawan, di Jakarta, Kamis (4/8).

Oleh sebab itu Toni memprediksikan jika tahun ini permasalahan distribusi tersebut belum juga dapat ditangani oleh pemerintah. Maka inflasi pada bulan Agustus ini bisa lebih dari 1%. "Inflasi Agustus sekitar 1%, bisa lebih, tapi rasanya dibawah 1,3% kalau belum selesai masalah itu," katanya.

Namun demikian, Toni berpendapat, bahwa langkah pemerintah yang tidak menaikkan harga Premium, merupakan langkah yang tepat dalam meredam laju inflasi khususnya menjelang lebaran. "Pemerintah bertekad tidak menaikkan harga BBM. Ini sangat membantu menekan inflasi," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan memperkirakan laju inflasi yang terjadi pada bulan Agustus yang notabenenya berbarengan dengan lebaran tidak akan melebihi angka 1%.

"Tapi mungkin memang pengamat akan menduganya seperti itu, bahwa Agustus lebih tinggi dibanding bulan Juli yaitu 0,67 persen, mungkin kalau lebih tinggi juga akan di bawah 1 persen," ujarnya.

Rusman menambahkan, berkaca dari pengalaman tahun sebelumnya, yang membuktikan bahwa di tengah meningkatnya permintaan masyarakat yang meningkat pada bulan puasa, laju inflasi masih dapat dikendalikan. (wah)