Kamis, 23 Januari 2020 | 09:53 WIB
Hukuman ganti rugi memang belum disosialisasikan, tapi Kemenhub akan buat lebih ketat lagi, sambil jalan terus. Tahun ini pihaknya akan keluarkan ada hukuman ganti rugi semacam itu,
Hukuman Penalti Akan Mulai Diberlakukan
Sabtu, 27 Agustus 2011 | 15:27 WIB
Menteri Perhubungan, Freddy Numberi -
Jakarta – Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengatakan, belum ada maskapai penerbangan yang menolak pemberlakuan kewajiban membayar ganti rugi tunai kepada penumpang jika terjadi keterlambatan penerbangan atau delay.

"Sejauh ini tidak ada yang menolak, karena itu untuk pelayanan masyarakat tentunya mereka harus menerima. Misalnya, kita ikut beli tiket, tentu pelayanannya harus baik dong," ujar Freddy, usai melepas peserta mudik bersama BNI, di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Sabtu (27/8).

Menurutnya, ke depan pihaknya juga akan meningkatkan awareness daripada pemberlakuan regulasi tersebut. Dia mencontohkan, jika konsumen menggunakan moda transportasi apapun, jika di kamar mandinya tidak ada WC-nya atau di toilet tidak ada tisu, maka akan dikenakan penalti, seperti harga tiketnya berkurang, dari Rp500 ribu menjadi Rp300 ribu.

Freddy menambahkan, meski hingga saat ini belum ada sosialisasi terkait hal tersebut, namun ganti rugi akan mulai dikeluarkan pada tahun ini. "Belum ada sosialisasi, tapi akan kita buat lebih ketat lagi, sambil jalan terus. Tahun ini mulai kita keluarkan ada ganti rugi semacam itu," jelasnya.

Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan merealisasikan regulasi yang mengatur kewajiban bagi maskapai penerbangan untuk membayar ganti rugi tunai kepada penumpang jika terjadi keterlambatan penerbangan (delay). Kewajiban bagi maskapai itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkutan Angkutan Udara. Regulasi ini telah disahkan oleh Menteri Perhubungan pada 8 Agustus 2011 lalu. (wah)