Kamis, 21 Maret 2019 | 03:09 WIB
Tinggkat penyelewengan BBM bersubsidi masih tinggi, Menko Perekonomian meminta pengawasan diperketat.
Konsumsi BBM Bersubsidi Tidak Akan Lampaui Kuota
Senin, 5 September 2011 | 15:43 WIB
Menko Perekonomian Hatta Rajasa -
Jakarta - Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan bahwa kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi pada tahun 2011 ini tidak akan melampaui kuota yang sudah ditetapkan dalam APBN-P 2011 sebesar 40,4 juta kiloliter (KL).

"Kalau kuota BBM bergantung kepada siklusnya. Kita kan sudah menaikkan kuota BBM Bersubsidi juga. Menurut saya pada Lebaran ini pun sudah diantisipasi dengan baik," ujar Hatta, di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (5/9).

Hatta juga meminta kepada pihak terkait supaya pasca Lebaran nanti, kuota BBM Bersubsidi perlu diperketat dari sisi pengawasannya. Mengingat tingkat penyelewengan masih tinggi. "Untuk Lebaran kemarin kan sudah diantisipasi, yang penting pasca Lebaran ini perlu dijaga melalui pengawasan terhadap penyimpangan BBM Bersubsidi," katanya.

Untuk itu, lanjut Hatta, pihaknya juga sudah mengkomunikasikan hal ini dengan Kementerian ESDM dan Pemerintah Daerah setempat untuk segera memperketat pengawasan agar kuota yang sudah ditetapkan tidak melebihi di akhir tahun 2011 ini. "Saya sudah adakan rapat dengan pemda, supaya mereka dilibatkan untuk mengawasi itu, kita akan jelaskan bagaimana menjaga kuota BBM tahun ini," jelas Hatta

Seperti diketahui, dari data PT Pertamina, tercatat sampai dengan 28 Agustus 2011 kuota BBM bersubsidi jenis premium telah over 16.575.162 KL, sementara untuk solar mencapai 9,433 juta KL.

Penggunaan premium masih mendominasi konsumsi BBM Bersubsidi. Total konsumsi BBM Bersubsidi dari 26 Agustus hingga 4 September kemarin mencapai satu juta KL selama arus mudik dan balik Lebaran, dengan rincian 720 ribu KL untuk premium, 270 ribu KL untuk solar, dan sisanya minyak tanah. (wah)