Kamis, 25 April 2019 | 01:33 WIB
Ketidakpastian harga komiditi dunia termasuk harga minyak menyebabkan inflasi tidak terkendali.
Menkeu Perkirakan Inflasi 2012 Sulit Dikendalikan
Jumat, 9 September 2011 | 18:33 WIB
Menteri Keuangan Agus Martowardodjo -
Jakarta - Menteri Keuangan Agus Martowardodjo mengatakan tidak mudah menangani inflasi pada tahun 2012 dalam jangka waktu yang pendek. Pasalnya, unsur infrastruktur Indonesia dan faktor ketidakpastian harga-harga komoditi global juga merupakan masalah dalam pengendalian angka inflasi.

"Jadi untuk itu kita belum bisa secara pengendalian, walaupun kita akan ada upaya maksimum dan berupaya dengan pemda dan BI untuk mengendalikan inflasi. Kalau ada koreksi harganya menurun tentu akan bisa membuat upaya pengendalian inflasi lebih mudah di 2012," ungkap Agus, di kantornya, Jalan Wahidin, Jakarta, Jumat (9/9).

Menurutnya, ketidakpastian harga komiditi dunia termasuk harga minyak dunia akan menjadi fokus utama pemerintah untuk mengambil langkah antisipasi dalam pengendalian inflasi. "Kalau ada koreksi harganya menurun tentu akan bisa membuat upaya pengendalian inflasi lebih mudah di 2012," jelasnya.

Dikatakan Agus, untuk komponen inflasi seperti administered price, volatile foods, dan core inflation, diharapkan ada ruang yang cukup untuk penyesuaian agar kenaikan salah satu komponen tersebut tidak mempengaruhi inflasi secara nasional.

"Kita tentu mengharapkan ada ruang yang cukup sehingga tidak nanti dominasi utama hanya untuk core inflation, dan sisanya untuk volatile food dan administered price karena kalau kita perlu ada ruang untuk penyesuaian administered price. Jangan sampai itu mempengaruhi inflasi kita secara nasional," katanya.

Dia menambahkan, penanganan inflasi merupakan bagian dari kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah, serta Bank Indonesia. "Memang Core Inflation lebih banyak di BI tapi komponen-komponennya terkait dengan sektor riil, sektor jasa, dan lainnya. Jadi koordinasi pemerintah dengan BI adalah kunci kita mengendalikan inflasi dengan baik," tegas Agus. (wah)